nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKN Desa Penari, Terdengarnya Kidung Jawa hingga Sikap Aneh Bima

Rena Pangesti, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 03:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 01 33 2099124 kkn-desa-penari-terdengarnya-kidung-jawa-hingga-sikap-aneh-bima-H8Isxf5lge.jpg KKN Desa Penari. (Foto: Twitter/@simpleM81378523)

JAKARTA – Widya, menjadi tokoh yang berbagi pengalamannya kepada akun Twitter SimpleM saat melakukan KKN bersama teman-temannya di desa kawasan Jawa Timur. Kisah yang terjadi pada 2009 ini lantas viral karena berbagai macam kejadian mistis yang mereka alami.

Baca juga:  Raditya Dika Ungkap Kisah Horor KKN Desa Penari

Dikisahkan Widya, Ayu, Wahyu, Bima, Nur, dan Anton akan melakukan program kerja di sebuah kolam air yang disebut sinden di desa tersebut. Mereka kemudian dibantu oleh Kepala Desa di sana bernama Prabu, untuk melakukan tugas kampus tersebut.

raditya dika 

Prabu yang membawa para mahasiswa ke tempat sinden tersebut juga mengatakan jika tidak jauh dari lokasi sinden ada bilik yang bisa digunakan sebagai tempat mandi. Lantaran akses air masih sulit sehingga tidak ada kamar mandi di rumah yang ditempati oleh para mahasiswa tersebut.

Mulai dari sini, Widya merasakan hal aneh yang dialami sepanjang tinggal di desa tersebut selama berminggu-minggu. Lalu, seperti apa kisah mistis yang dialami Widya? Berikut penjelasannya seperti dikutip dalam vlog Raditya Dika, pada Minggu (1/9/2019).

1. Widya mendengar kidung Jawa

Widya merasakan kejanggalan saat menemani Nur yang tengah mandi. Lokasi sinden itu digambarkan memiliki sebuah bilik dengan kolam air dan kendi di dalamnya. Saat menunggu Nur di luar, perempuan itu mencium bau kemenyan di sekitaran sinden.

Dia coba menelusurinya. Ternyata, di belakang bilik itu ada pohon asam dengan sesajen yang baranya baru dibakar. Mulai panik, Widya kembali ke bilik sinden untuk memanggil Nur. Namun suasana hening dan tidak ada suara orang tengah mandi. 

Widya melanjutkan mandi, meski tahu di sana ada sosok perempuan cantik yang tengah mengamatinya. Lagi, dia mendengar seseorang tengah menyenandungkan kidung Jawa. Dia lantas bertanya kepada temannya itu, "Nur, kamu bisa kidung Jawa?" 

Namun Nur tak merespons. Widya tak mendengar suara apapun dari bilik tempat Nur mandi. 

2. Ketika Widya menjadi penari saat malam

Memasuki malam hari, Widya kemudian mengobrol dengan Ayu yang mengatakan jika ia telah menelusuri Tipak Talas bersama Bima. Tempat tersebut merupakan daerah yang dilarang Prabu untuk dikunjungi siapapun. Sambil keheranan, Widya bertanya, “Lho, bukannya sudah dibilang jangan kesana?”

Ayu kemudian menjawab jika ia hanya mengikuti Bima yang sepintas melihat perempuan cantik. “Enggak jauh. Dari tadi, aku mengitari lokasi tempat kita proker (di dekat sinden). Di sana, ada bangunan tua menyerupai sanggar,” kisah Ayu.

Sebelum Widya akhirnya tidur, ia seolah melihat Nur tengah menari di luar dan saat dipanggil temannya itu hanya tersenyum ke arahnya dan meneruskan tariannya. “Nur, Nur, kamu ngapain?” tanya Widya.

Bima dan Ayu memasuki Tapak Tilas yang telah dilarang Pak Prabu untuk dimasuki. (Foto: Twitter/@simpleM81378523)

Nur akhirnya memberikan reaksi dengan melihat ke arah Widya sambil bola matanya berubah jadi hitam. Widya teriak hingga disadarkan oleh Wahyu. “Kamu ngapain malam-malam nari di sini?” tanya Wahyu.

Ternyata yang menjadi penari saat itu adalah Widya, bukan Nur. Kejadian itu membuat mereka akhirnya mendatangi sesepuh desa tersebut, bernama Mbah Buyut. Saat itu, para mahasiswa itu disajikan kopi yang harus mereka minum. 

Menariknya, saat Wahyu dan Ayu memuntahkan kopi itu karena pahit, Widya malah menyukainya karena rasa minuman yang manis. “Kopi itu diracik untuk memanggil lelembut, demit, dan sejenisnya. Mereka yang belum mencoba itu pasti muntah dan yang menyukainya itu demit,” kata Prabu.

3. Bima menunjukkan tingkah aneh

Setelah kejadian minum kopi, Wahyu kemudian bertanya pada Widya tentang aktivitas yang dilakukan oleh Bima. Pasalnya ia sering melihat Bima pergi tengah malam dan baru pulang saat fajar.

“Enggak mungkin Bima seperti itu, dia orangnya religius,” sanggah Widya.

Namun pernyataan Wahyu didukung Anton yang juga sering mendengar Bima yang mengobrol dan tertawa sendiri saat berada di dalam kamar. “Temanmu sudah gila mungkin,” kata Anton.

Setelah memasuki Tapak Tilas, Bima mulai menunjukkan gelagat aneh. (Foto: Twitter/@simpleM81378523)

Bahkan, Anton pernah memergoki Bima tengah melakukan tindakan masturbasi di kamar dan terdengar suara perempuan. “Bukan tindakan itu yang jadi permasalahan, tapi suara perempuan yang tidak ada wujudnya,” sambung Anton.

Sayangnya, dalam penjelasan Reza, asisten Raditya Dika di vlog tersebut tidak dijelaskan pasti apakah tiga mahasiswi ini mengonfirmasikan langsung pada Bima mengenai hal aneh yang dilakukannya. (ady)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini