nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raditya Dika Ungkap Kisah Horor KKN Desa Penari

Rena Pangesti, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 22:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 31 33 2099085 raditya-dika-ungkap-kisah-horor-kkn-desa-penari-AEbdH5MdLD.jpg Raditya Dika (Foto: YouTube)

JAKARTA – Kisah mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa, yang namanya disamarkan menjadi desa Penari tahun 2009 sedang ramai diperbincangkan orang di Twitter. Bermula dari tulisan akun SimpleMan, utas horor ini akhirnya membuat Raditya Dika tertarik untuk mengangkat kisah itu ke dalam acara di kanal YouTube-nya, Paranormal Experience.

Baca juga: Senyum Bahagia Westlife Jelang Konser di Magelang

Bersama asisten Raditya Dika, Reza menceritakan sudut pandang salah satu mahasiswa KKN bernama Widya (nama disamarkan) ke sebuah desa W. Ada 5 tokoh lainnya yang turut disebutkan namanya seperti Ayu, Nur, Bima, Wahyu dan Anton.

Lantas seperti apa awal mula dari kisah tersebut? Berikut Okezone merangkumnya.

 

1. Widya mendengar gamelan disebut pertanda buruk

Keanehan sudah dirasakan oleh Widya saat mereka akan masuk ke desa tersebut dengan menggunakan motor tua. Selama perjalanan, ia mendengar suara gamelan yang juga dialami oleh Nur.

mistis 

“Aku bukan hanya mendengar gamelan, tapi juga melihat penari,” ujar Nur kepada Widya.

Raditya Dika mengatakan jika suara gamelan memang tidak jarang terdengar, seolah merupakan sambutan. Namun Reza berpendapat lain, bahwa menurut kisah tersebut ini menjadi pertanda yang buruk.

2. Guyonan Wahyu dan Anton soal pemakaman

Hari pertama dimulai dengan tur di desa tersebut yang dipimpin oleh Prabu, kepala desa di sana. Ia mengajak para mahasiswa ke sebuah pemakanan lengkap dengan sesajen serta pohon beringin yang mengelilinginya. Deretan batu nisan digambarkan tertutup kain hitam membuat Widya penasaran.

 

Prabu kemudian menjelaskan alasannya bahwa kain itu sebagai penanda. “Ini sang karso, kepercayaan orang sini supaya tahu, ada makam di sini,” kata Prabu.

Namun Wahyu dan Anton justru berseloroh dengan mengatakan, “orang bodoh juga bisa membedakan kuburan dan lapangan bola pak.”

Baca juga: Masa Penyidikan Kasus Ikan Asin Hampir Habis, Galih Ginanjar Bebas Penjara?

Prabu yang awalnya tersenyum kemudian sempat terdiam dan memperingatkan dua mahasiswa itu untuk berhati-hati dalam bersikap. “Semoga kalian tahu apa yang kalian bicarakan ini,” katanya

3. Larangan masuk ke Tipak Talas

Perjalanan mereka kemudian berlanjut ke sebuah Tipak Talas. Prabu mengatakan jika itu batas di mana anak-anak dilarang keras melintasi tapak jalan. Secara detail, Reza menggambarkan suasana di sana dengan kain merah dan janur kuning sisi kiri kanan seperti pernikahan.

raditya dika 

Ayu bertanya kenapa tipak ini tidak boleh dilewati dan Prabu hanya menjawab singkat tanpa memberikan penjelasan sebenarnya.

Baca juga: Pevita Pearce Komentari Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur

“Itu adalah hutan belantara, enggak ada apa-apa. Takutnya kalau kalian kesana bisa hilang,” ujarnya

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini