nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata, Gundala Putra Petir Terinspirasi dari Tokoh Leluhur Jawa

Rena Pangesti, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 08:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 206 2095682 ternyata-gundala-putra-petir-terinspirasi-dari-tokoh-leluhur-jawa-HsjWexaZQY.jpg Gundala (Foto: Instagram @jokoanwar)

JAKARTA – Jika Hollywood mempunyai tokoh pahlawan petir Thor, maka Indonesia pun memiliki pahlawan dengan kekuatan serupa. Dia adalah Gundala Putra Petir, nama karakter yang tercipta dari komikus Harya Suraminata tahun 1969.

Gundala Putra Petir dikisahkan adalah seorang ilmuwan bernama Sancaka yang melakukan penelitian untuk membuat serum anti petir. Saat berada di luar, hujan tiba-tiba saja turun dan kemudian petir menyambar hingga membuat Sancaka koma. Namun disitulah petualangannya di mulai.

Baca juga: Joko Anwar Pesan Kostum Gundala dari Amerika Serikat

Tematik Gundala

Dalam alur cerita Gundala Putra Petir, Sancaka secara aneh ditarik oleh planet lain dan diangkat anak oleh kerajaan Petir dengan gelar Kaisar Kronz. Ia kemudian diberikan kekuatan gledek yang muncul dari telapak tangan. Selain itu, seorang raja bernama Taifun dari kerajaan Bayu pun memberinya kekuatan berlari secepat angin.

Selain dua kekuatan tersebut, Gundala Putra Petir juga memiliki kemampuan lain, di antaranya sambaran petir dengan berbagai tingkat kekuatan, pukulan petir, Hand to hand combatant (khususnya silat), jenius dan mahir memecahkan kasus.

Baca juga: Cerita Vanessa Angel Pernah Digoda Tahanan Lain saat di Penjara

Film Gundala (Instagram Joko Anwar)

Sebagai sosok yang memiliki kekuatan super, Gundala atau Gundola yang dalam bahasa Jawa berarti petir, mengemban tugas penting untuk menumpas kejahatan. Tidak ingin identitasnya terbongkar, Gundala kemudian mengenakan kostum.

Dalam tampilannya, Gundala Putra Petir berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Selain itu, Gundala juga mengenakan topeng, sehingga hanya tampak mata dan mulut di wajahnya. Topengnya sendiri terdapat hiasan seperti sarang burung di sisi kanan dan kirinya.

Tidak dapat dipungkiri munculnya Gundala memang terinspirasi dari perkembangan komik asing. Namun komikus pembuatnya, Hasni selalu mengangkat kearifan lokal dalam kisahnya. Buktinya, Gundala sendiri juga dipengaruhi oleh sosok Kyai Ageng Selo, tokoh dari kesultanan Mataram. Ceritanya juga disebut banyak menggambarkan suasana Yogyakarta.

Sedikit mengulas tentang sosok Kyai Ageng Selo, ia pernah dikisahkan menangkap petir ketika sedang bertani. Petir itu kemudian berubah menjadi seorang kakek yang dipersembahkan sebagai tawanan untuk kesultanan Demak. Maka untuk mengenang kesaktian Ki Ageng Selo, maka pintu masuk Masjid Agung Demak disebut Lawang Bledheg (pintu petir).

 

1
3
BERITA FOTO
+ 12

Gundala Gawat

Sejumlah pemain Teater Gandrik melakukan gladi bersih pentas teater berjudul Gundala Gawat di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2013). Teater Gandrik yang didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya akan mementaskan lakon Gundala Gawat, yang diinspirasi dari komik superhero legendaris asli Indonesia tahun 1970-an Gundala Putera Petir karya Harya Suryaminata atau Hasmi yang akan dipentaskan di TIM pada 26-27 April 2013.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini