“Skenario Gundala adalah skenario yang paling susah yang pernah saya tulis. Bikinnya saya pertama riset semua cerita, saya juga pembaca semua komiknya (Bumilangit) dari kecil. Saya mencari tempat yang nyaman untuk menulis yaitu museum dan kuburan. Bukan kuburan yang seram ya tapi kuburan yang indah,” ceritanya.
Baca juga: Millendaru Tampil Seksi di Klub Malam, Netizen Salah Fokus ke Jakun
Gundala sendiri merupakan film perdana dari Jagat Sinema Bumilangit. Dalam film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya itu, terapat pula beberapa tokoh jagoan lainnya.

Untuk membedakan film pahlawan produk Indonesia dan Hollywood, Joko lebih senang menyebut karakter-karakter di film tersebut sebagai jagoan, bukan superhero.
“Kita pakai terminologinya jagoan, karena superhero itu dari luar negeri. Sebutan itu juga untuk membedakan karakter di Indonesia dengan luar negeri seperti Marvel dan DC,” lanjutnya.