Terungkap, Kisah 24 Jam Sebelum Kematian Michael Jackson

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 25 33 2070772 terungkap-kisah-24-jam-sebelum-kematian-michael-jackson-r5ignsMaRa.jpg Michael Jackson (Foto: BBC)

LOS ANGELES - Tanggal 25 Juni dalam satu dekade terakhir diperingati sebagai hari kematian The King of Pop, Michael Jackson. Pada 25 Juni 2009, Michael meninggal dunia akibat mengalami overdosis.

Pada saat itu, Michael Jackson sebenarnya akan meluncurkan rencana tur comeback-nya ke dunia musik. Dengan popularitasnya saat itu, tur ini dipercaya bisa kembali mengangkat namanya ke puncak Hollywood.

Michael Jackson menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 50 tahun atau tepatnya tiga pekan sebelum konser perdana digelar di O2, London.

Michael Jackson

Beberapa orang terdekat mengatakan bahwa kondisi kesehatan Michael Jackson pada 24 Juni 2009 baik-baik saja. Dorian Holley, vocal director konser tersebut, mengatakan tak ada indikasi bahwa Michael akan meninggal sehari setelahnya.

Baca Juga: Mantan Pegawai Bongkar Urusan Ranjang Michael Jackson

"Dia dalam kondisi puncak, tak ada indikasi bahwa akan ada hal tidak baik terjadi," ucap Dorian.

Senada dengan Dorian, Michael Bearden juga terkejut dengan berita kematian sang mega bintang. Pada latihan terakhirnya, Michael Jackson secara fisik terlihat sehat.

"Anda bisa melihat kepercayaan dirinya tumbuh dan Anda juga bisa lihat secara fisik ia bisa melakukan semua hal yang ingin ia lakukan," kata sang musical director.

Usai melangsungkan latihan selama 12 jam, Michael Jackson meninggalkan Staples Center tengah malam. Latihan memang biasanya dimulai pada pukul 1 siang.

Sebelum meninggalkan tempat latihan, Michael Jackson sempat memberikan pelukan terakhir bagi Dorian. Pada saat itu, Dorian hanya bisa mengucapkan, "I love you, Mike."

Pelukan itu nyatanya menjadi perpisahan terkahir Michael Jackson dengan timnya.

Selama ini pelantun lagu Thriller tersebut memang mengalami insomnia kronis yang membuatnya ketergantungan menggunakan obat-obatan hanya untuk bisa tidur. Michael Jackson menghabiskan uang banyak hanya untuk bisa tidur pulas dalam satu malam.

Dr Murray memberikan Vallium pada pukul 01.30 pagi agar Mike bisa tertidur. Sayangnya, usaha itu gagal sehingga Dr Murray pun menyuntikkan Antivam, anti anxiety ke dalam tubuh sang bintang.

Baca Juga: Luna Maya Unggah Foto Tengkurap, Netizen: Hot Banget

Hingga pukul 3 pagi, Michael Jackson masih tetap terjaga. Dr Murray pun akhirnya memberikan obat-obatan lain, yakni Versed. Sepanjang malam, pelantun Bad ini kembali mendapat asupan Ativan dan Versed, masing-masing dengan dosis dua kali.

Propofol justru menjadi obat yang mengakhiri hidup Michael Jackson. Dr Murray bersikeras mengatakan bahwa ia dipaksa memberikan obat itu karena kliennya tak kunjung bisa tidur juga malam itu.

 

Setelah meminum propofol pada pukul 10.40, Michael Jackson pun akhirnya bisa tertidur. Ironisnya, itu menjadi tidur terakhir sang bintang karena ia ditemukan tak bernafas beberapa menit kemudian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini