nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Street Food Netflix Angkat Kisah Mbah Satinem, Penjual Jajan Pasar Langganan Soeharto

Alan Pamungkas, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 16:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 25 206 2047986 street-food-netflix-angkat-kisah-mbah-satinem-penjual-jajan-pasar-langganan-soeharto-6USuHAWUQV.jpg Mbah Satinem (Foto: Youtube Netflix)

JAKARTA - Netflix mengeluarkan serial terbaru berjudul Street Food. Serial dokumenter ini akan bercerita tentang makanan kaki lima yang melegenda di berbagai negara.

Street Food season 1 akan mengangkat berbagai pembuat makanan kaki lima tradisional di tengah era milenial di Asia. Makanan tradisional yang tetap hadir dengan rasa ontentik dan murni di tengah gempuran makanan modern kekinian yang kerap hadir karena akulturasi budaya.

Baca Juga: 

Luna Maya Pamer Foto Tanpa Make Up, Netizen: Syahrini Berani Kayak Gini?

Viral Foto Yuki Kato Naik Ojek Online, Netizen: Blur Aja Cantik

Indonesia kaya akan makanan khas tradisonal karena memiliki segudang budaya yang berbeda di setiap wilayah. Netflix pun turut mengangkat makanan khas asli Indonesia yang berasal dari Yogyakarta.

Jajan pasar, mi lethek hingga gudeg merupakan simbol makanan tradisional Yogyakarta yang masih menjaga adat dan budaya. Dari ramainya makanan kekinian, pesona jajan pasar, mi lethek dan gudeg masih menjadi primadona. Bahkan kerap menjadi oleh-oleh para wisatawan.

Di antara pembuat jajan pasar, nama Mbah Satinem adalah yang paling harum. Ia menjadi legenda hidup karena berhasil membuat jajan pasar begitu mengoda dan menarik. Berkat ilmu dari almarhum sang ibunda, Mbah Satinem terus menghadirkan jajan pasar yang otentik dengan cara pembuatan yang tradisional pula.

Kemahiran Mbah Satinem mengolah jajan pasar yang berasal dari tepung singkong bahkan membuat Presiden Soeharto menjadi pelanggan tetap.

"Saya dan ibu saya terkenal karena membuat jajan pasar. Masakan ibuku enak. Semua yang dimasak semua enak. Tak hanya enak tetapi juga bersih. Banyak yang beli. Berkaitan denga ibuku, intinya di antara kami berdua saya lebih terkenal," ujar Mbah Satinem seraya tertawa.

Soal gudeg, Mbah Lindu yang kini berusia 100 tahun juga salah satu yang terkenal. Jangan heran ketika membeli gudeg Mbah Lindu harus rela mengantre panjang. Salah satu alasan makanan Mbah Lindu digemari adalah karena menjaga keaslian resep dari para leluhurnya.

"Mereka tak mengubah resep itu. Menjadi penistaan terhadap budaya jika melakukannya," ungkap narator Kevindra P. Soemantri yang merupakan pemerhati kuliner.

Street Food Netflix tak sekadar menghadirkan tayangan makanan khas tradisional yang membuat perut lapar tetapi juga memberikan sebuah informasi tentang budaya makanan khas di negara tersebut. Memperlihatkan orang-orang yang terus menjaga makanan khas tradisonal di tengah modernisasi. Menyajikan makanan khas tradisional bukan semata-mata menyambung hidup tetapi menjaga identitas tradisi leluhur.

Street Food Netflix mulai tayang pada 26 April 2019. Street Food juga menghadirkan berbagai makanan khas tradisional dari negara Thailand, India, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Filipina dan Vietnam.

(aln)

BERITA FOTO
+ 6

Film Dokumenter Setelah Hujan Datang

Ketua Umum Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar, Sutradara Kamila Andini, dan Koordinator Divisi Komunikasi DNPI Amanda Katili saat diskusi film dokumenter berjudul "Setelah Hujan Datang" di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini