Share

Masa Kini dan Masa Depan Film Indonesia di Mata Para Sineas

Claudia Noventa, Okezone · Jum'at 25 November 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 206 2714871 masa-kini-dan-masa-depan-film-indonesia-di-mata-para-sineas-skeDwmvEKy.jpg Marissa Anita, Wicky V Olindo, Kamila Andini, Rusli Eddy, dan Joko Anwar. (Foto: Claudia N/Okezone)

JAKARTA - Netflix menghadirkan perbincangan menarik dengan para sineas, yakni sutradara ternama Joko Anwar dan Kamila Andini yang bertukar pikiran bersama CEO Screenplay Films Wicky V. Olindo dan Rusli Eddy selaku Content Lead Netflix untuk Indonesia.

Tak hanya itu, aktris dan jurnalis Marissa Anita juga berperan menjadi moderator dalam sesi yang berlokasi di Jakarta Convention Centre, pada Jumat (25/11/2022). Sesi Netflix On the Scene yang bertema “The Present and Future of Film in Indonesia” itu, Netflix berkolaborasi dengan IdeaFest 2022.

Diskusi berfokus pada bagaimana industri film Indonesia yang mampu mencatat prestasi dengan meraih angka jutaan penonton di tengah pandemi COVID-19 dan konten lokal ya

ng semakin disambut dengan hangat oleh para penikmat film di Indonesia dan dunia.

Para pelaku industri kreatif juga sangat optimis untuk menyambut tahun 2023 dan menghadirkan lebih banyak film berkualitas serta pilihan yang semakin beragam, termasuk menyajikan konten Indonesia kepada penonton global melalui Netflix.

Marissa Anita, Wicky V Olindo, Kamila Andiri, Rusli Eddy, dan Joko Anwar. (Foto: Okezone)

Menyambut pembahasan tentang bagaimana pandemi mengubah kebiasaan orang menonton film, Joko Anwar yang tengah menggarap antologi serial science fiction Nightmares and Daydreams untuk Netflix.

“Kehadiran streaming platform memberikan harapan bagi filmmakers untuk bisa membuat film dengan tema-tema yang dipandang tidak terlalu safe untuk bioskop, sehingga memungkinkan kami untuk mengeksplorasi berbagai cerita dan genre, seperti science fiction.”

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kamila Andini yang baru saja merampungkan produksi serial Gadis Kretek hasil adaptasi dari novel karya Ratih Kumala menyampaikan pandangannya terkait adaptasi film dari buku.

“Dari awal saat membaca novel Gadis Kretek, kami menemukan berbagai tantangan untuk mengangkatnya ke dalam film, mulai dari biaya, keterbatasan durasi, hingga banyaknya karakter. Namun dengan berubahnya zaman ke era serial yang saat ini banyak diangkat oleh streaming platform dan durasi yang lebih panjang kami jadi mempunyai lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi karakter dengan lebih kompleks dan luas. Menurut saya ini akan menjadi sesuatu yang terus dilakukan.”

Sebagai produser film The Big 4 garapan sutradara Timo Tjahjanto yang akan tayang di Netflix pada 15 Desember mendatang, Wicky V. Olindo mengutarakan pendapatnya tentang dampak platform streaming bagi industri film.

“Banyaknya streaming platform dan konten memberikan peluang kepada filmmakers untuk menunjukkan skill mereka. Yang menyenangkan di era pandemi ini, sebuah era keemasan bagi streaming platforms, adalah genre yang makin bervariasi. Melihat hal tersebut, saya menemukan banyak filmmakers yang akan [tampil] menjanjikan di masa depan.”

Sementara itu Rusli Eddy menerangkan seperti apa proses pitching yang harus dilalui oleh para pembuat film, khususnya mereka yang bercita-cita untuk masuk ke dunia perfilman.

“Gen-Z merupakan kelompok yang sangat kreatif. Butuh keberanian dari streaming platform seperti Netflix atau stakeholders di dunia perfilman untuk melibatkan talenta-talenta baru. Saat ini mulai bermunculan nama-nama yang belum pernah didengar. Bagi mereka yang memiliki aspirasi untuk menjadi seorang filmmaker, harus berani untuk mulai dari bawah dan dari awal karena banyaknya produksi adalah peluang.”

Sebagai penutup, keempat pembicara berbagi mengenai sejumlah proyek mendatang, termasuk The Big 4 yang akan hadir di penghujung tahun 2022 dan Gadis Kretek serta Nightmares and Daydreams yang siap tayang di 2023.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini