
Deborah Iskandar, penggagas acara ini menyampaikan latar belakang diselenggarkannya Reinventing Eve ini. Dia menilai bahwa seni merupakan sesuatu yang dapat dinikmati oleh semua orang dan dengan alasan tersebut, pameran lukisan ini diselenggarakan.
“Misi kami adalah membuat karya seni agar dapat diakses oleh semua orang. Hal ini bisa dalam berbagai medium yang berbeda, termasuk fotografi, lukisan, patung dan berbagai pengalaman. Melalui acara seperti pameran ini, kami berharap dapat lebih memamerkan karya seni kami yang secara unik tersedia di Indonesia bagi peminat dan kolektor seni yang berkembang di Indonesia,” ujar Deborah seperti rilis yang diterima oleh Okezone, Kamis (14/3/2019).
Sebelumnya, sebuah gerakan feminisme dengan pameran yang menggaet 8 seniwati Indonesia sudah dilaksanakan. Kini, Reinventing Eve dibuat sebagai kelanjutan dari gerakan feminisme tersebut.
Berbeda dari pameran sebelumnya yang hanya menampilkan karya dari 8 seniwati Tanah Air, Reinventing Eve juga menggaet 6 seniwati Internasional. Pameran ini akan menampilkan karya-karya dari Arahmaiani, Melati Suryodharmono, Sinta Tantra, Ines Katamso, Rega Ayundya, Natisa Jones, Ella Wijt dan Inge Kotjo. Serta enam seni wati Internasional, Marisa R Ng (Malaysia), Mary Lou Pavlovic (Australia), Lindy Lee (Australia), Sally Smart (Australia), Mella Jaarsma (Belanda) dan Melissa Tan (Singapura).
(aln)