nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Istri Ungkap Kondisi Memprihatinkan Sandy Tumiwa di Balik Jeruji Besi

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 13:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 08 33 2027343 mantan-istri-ungkap-kondisi-memprihantinkan-sandy-tumiwa-di-balik-jeruji-besi-7e82B6bK2M.jpg Foto: Vania/Okezone

JAKARTA - Kasus kepemilikan narkoba yang menjerat aktor Sandy Tumiwa, membuat mantan istrinya, Diana Limbong prihatin. Ia bahkan mengaku sudah sempat menjenguk sang mantan ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

Diana mengatakan bahwa Sandy tengah berada dalam kondisi menyesal dan mencoba menerima segala konsekuensi dari perbuatannya. Bahkan ia menyatakan bahwa Sandy berada dalam kondisi sakit, yang sulit diungkapkan.

Sidang Sandy Tumiwa

Baca juga: Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi karena Narkoba

"Mas Sandy gimana yah.. Namanya kaget lihat kondisi dia cukup memprihatinkan. Ada begitu banyak rasa penyesalan dari mukanya dia. Cuma gimana itu sudah jadi resiko dia," ungkap Diana Limbong saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

"Kondisinya sih dia sudah mulai bisa menerimalah kalau ini kesalahan dia. Jadi dia sih mengikuti saja prosesnya semoga bisa direhab. Memang dia tuh sakit, sakit. Gimana yah namanya sakit gitu. Memang dia lagi sakit saja," tambahnya.

Baca juga: Menikah dengan Syahrini, Yuk Intip 5 Pabrik Uang Reino Barack

Sidang Sandy Tumiwa

Diana menambahkan bahwa dirinya sempat tak tahan melihat sang mantan menangis. Bahkan ia mengungkapkan bahwa pria 37 tahun tersebt terlihat sangat depresi berada di balik jeruji besi.

"Depresi banget, nangis dia nangis. Aku enggak bisa kalau ngeliat orang nangis ya, jadi pas lihat orang lagi nangis kayak gitu, kita juga spontan sih berkaca-kaca juga," pungkasnya.

(sus)

BERITA FOTO
+ 7

Sidang Sandy Tumiwa

Terdakwa mantan suami Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa sebelum menjalani sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016). Sandy didakwa kasus dugaan penipuan dengan kedok investasi, dimana sandy sebagai komisarisnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini