Menurut seorang guru besar sosiologi, Prof. Dr. Drs. Bagong Suyanto, M.Si, motivasi seorang artis yang terlibat dalam prostitusi tidak selalu ekonomi. Melainkan, sebagian besar motivasinya berasal dari sosial, bahkan bisa juga korban dari narkoba. Hedonisme pun menjadi salah satu faktor utama.

“Tidak selalu motivasinya ekonomi, bahkan ada sebagian besar motivasinya sosial. Sosial itu yang saya bilang tadi, bisa juga korban narkoba sudah mengonsumsi narkoba, artis itu akan rela melakukan apapun, atau sejelek-jeleknya itu mereka korban gaya hidup hedonis. Artis itu kan diberitakan Syahrini tas Hermesnya seharga miliaran, itu kan menimbulkan juga keinginan dari artis-artis kelas dua untuk meniru, mungkin lalu potong kompas lewat jalur itu,” jelas Prof. Dr. Drs. Bagong Suyanto, M.Si, ketika dihubungi Okezone lewat sambungan telepon.

Tidak cukup sampai di situ saja, ternyata gaya hidup dan cara bergaul para artis pun turut ambil andil dalam mendorong mereka melakukan prostitusi. Profesor Bagong mengatakan lingkungan pergaulan yang ‘remang-remang’ dan kerja malam berpotensi lebih mudah menjerumuskan artis ke dunia prostitusi.