nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pencemaran Nama Baik, Lyra Virna Bantah Keterangan Lasty Anissa

Revi C. Rantung, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 15:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 33 2002087 kasus-pencemaran-nama-baik-lyra-virna-bantah-keterangan-lasty-anissa-WvCMrL51ca.jpg Lyra Virna dan Fadlan (Foto: Revi/Okezone)

BEKASI - Sidang yang menjerat aktris Lyra Virna soal pencemaran nama baik Travel Ada Tour kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Bekasi pada Rabu (9/1/2019). Sidang kali ini beragendakan Pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum selama 1 bulan penjara.

Lebih lanjut agenda tersebut berjalan singkat, hanya sekira 15 menit. Dimana pada sidang kali ini Lyra Virna di dampingi oleh sang suami, Fadlan.

Baca Juga: Vanessa Angel Diduga Terlibat Prostitusi Online, Ini Kata Robbie Abas

Baca Juga: Putri Kajol Tuai Komentar Negatif Soal Penampilannya di Bandara

Lyra Virna

"Hari ini pledoi dari kami, dari kuasa hukumnya Mba Lyra Virna," kata kuasa hukum Lyra Virna, Kustanto.

Sementara itu, dari nota pembelaan, pihak dari Lyra Virna menolak keterangan yang disampaikan pihak Lasty Anissa.

"Yang pertama kita menolak semua keterangan yang ada diberikan oleh Annisa, kemudian saksi-saksi terkecuali dari saksi kami," sambungnya.

Tidak hanya itu, bila melihat dari kasus yang dijalani oleh kliennya, Kustanto menyebut bila tak ada unsur pelanggaran hukum yang dilakukan Lyra Virna. Terlebih tuntutan hukum pidana yang dilayangkan Anissa.

"Kita menegaskan bahwa tidak ada pidana yang dilanggar oleh klien kami. Mana pidananya? Tidak ada," ujarnya lagi.

Kendati demikian, Kustanto menyebut bila apa yang dilakukan oleh kliennya sehubungan dengan tweet yang dilayangkan merupakan sebuah bentuk tagihan. Mengingat Lyra Virna adalah seorang jamaah.

Belum lagi tweet dari Lyra Virna juga tidak melanggar undang-undang yang berlaku.

"Kalau dikatakan dia tidak berhak jelas itu salah karena apa yang dimaksud dalam undang-undang pasal 27 ayat 3 yang isinya tidak berhak mendistribukan itu adalah orang yang tidak berkaitan langsung atau pihak ke-3,” tuturnya.

“Tapi di sini mba Lyra Virna mempunyai hubungan dengan ada tour meskipun itu sudah dibatalkan tapi karena uang refund belum dikembalikan berarti secara hukum masih menjadi jamaah dari ada tour," pungkasnya.

Untuk itu, sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin 14 Januari 2019 mendatang. Dimana alam sidang itu akan beragendakan tanggapan pledoi JPU.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini