nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Titi Qadarsih Tutup Usia, Slamet Rahardjo Kehilangan Sosok Guru

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 23 33 1967925 titi-qadarsih-tutup-usia-slamet-rahardjo-kehilangan-sosok-guru-b19f8hRKUG.jpg Slamet Rahardjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Meninggalnya Titi Qadarsih menghadirkan duka bagi seorang Slamet Rahardjo. Di dunia seni peran, Titi layaknya seorang guru bagi Slamet.

Baca Juga: Indra BIP Ungkap Kondisi Titi Qadarsih sebelum Meninggal

"Titi Qadarsih adalah orang yang mengantar saya mengenal alam," ungkap Slamet Rahardjo di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Dalam lanjutannya, Slamet membeberkan peran Titi semasa dia belum lama mengadu nasib di Jakarta. Aktor 69 tahun ini mengaku sering mendampingi Titi melakoni kebiasaan uniknya.

Titi Qadarsih

"Hobi dia, saya menemani Titi kalau hujan deras. Kami jalan dari HI ke Monas. Di bawah hujan deras, dalam dinginnya air hujan dan dalam basah kuyupnya kami, kami mulai berdialog dengan alam," kenang dia.

"Sengaja, supaya anak kampung, saya nih anak Yogya, tahu apa arti hubungan manusia dengan alam. Itu Titi yang ngajarin," lanjut Slamet Rahardjo.

Slamet Rahardjo

Pria asal Yogyakarta ini sendiri sempat bertemu Titi Qadarsih sebelum almarhum tutup usia. Meski berjuang melawan penyakit mematikan, Slamet tidak melihat kesedihan di raut wajah Titi.

"Seminggu lalu. Pas sakit. Dia tetap Titi, enggak mengada-ada. Senyum. Dia enggak berindikasi perpisahan," pungkasnya.

Baca Juga: Zack Lee Ungkap Status Hubungannya dengan Rahma Azhari

Titi Qadarsih meninggal dunia di usia 73 tahun akibat kanker usus pada 22 Oktober 2018. Kata Indra, sang ibu terserang penyakit mematikan itu sejak beberapa bulan lalu.

(LID)

BERITA FOTO
+ 4

Aksi Slamet Rahardjo Bacakan Penggalan Karya Pramoedya Ananta Toer

Aktor senior Slamet Rahardjo membawakan catatan seorang sastrawan Pramoedya Ananta Toer saat pembukaan pameran "Namaku Pram: Catatan dan Arsip" di Jakarta, Selasa 17 April 2018.Pameran ini menampilkan sosok Pram yang bukan hanya sebagai penulis, tetapi lebih sebagai manusia dalam kesehariannya dan dokumentator Indonesia.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini