Motif Pemohon Ajukan Praperadilan Luna Maya dan Cut Tari dalam Kasus Video Porno Ariel

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 03 33 1931367 motif-pemohon-ajukan-praperadilan-luna-maya-dan-cut-tari-dalam-kasus-video-porno-ariel-M8gHV4ykzP.jpg Cut Tari, Luna Maya dan Ariel (foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) baru-baru ini kembali mendorong kasus video porno Ariel-Luna Maya-Cut Tari ke praperadilan. Padahal, kasus ini sudah terjadi hampir satu dekade lalu.

Ternyata, ada alasan kuat mengapa wakil ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho mendorong praperadilan ini. Dia berkomentar jika hal ini merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai proses hukum.

(Baca Juga: Praperadilkan Video Porno Ariel, LP3HI Pastikan Tak Dibayar & Sukarela)

(Baca Juga: Kasus Video Pornonya Naik Pra-Peradilan, Ariel 'NOAH' Sudah Habiskan 3,5 Tahun di Penjara)

Ariel, Luna dan Cut Tari

“Kita ini mau memberikan pendidikan hukum (kepada masyarakat),” kata Kurniawan, saat dihubungi Okezone, Jumat (3/8/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hal ini bisa saja terjadi kepada siapapun. Oleh karenanya, mereka harus mengambil langkah yang tegas.

“Ketika (kasus) figur publik saja bisa dilupakan, bagaimana dengan (kasus) orang biasa?” lanjutnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan jika di dalam surat tersebut, dia meminta hakim memerintahkan Kapolri menerbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3). Hal ini dikarenakan kasus tersebut dibiarkan menggantung dalam waktu yang sangat lama.

“Ini pihak penyidik seperti menggantung,” katanya. “Makanya di sini hakim bisa melakukan interferensi,” sambungnya.

Dia juga meminta ketegasan kepolisian mengenai status keduanya. “Kalau sudah ada bukti, ya dilanjutkan. Kalau tidak punya, ya dihentikan saja,” tegasnya.

Sebelumnya, sudah diwartakan jika pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membenarkan adanya pelaporan ini. Achmad Guntur selaku Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, gugatan didaftarkan pada 5 Juni 2018 dengan nomor register 70/Pid.Pra/2018/PN JKT.SEL.

Diketahui, Ariel sudah mendapatkan divonis penjara akibat tersebarnya video tersebut. Ariel divonis tiga tahun enam bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada 31 Januari 2011.

Pentolan band Noah tersebut terbukti melanggar Pasal 29 juncto Pasal 4 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini