Tiket Meet and Greet Rp250 Ribu, Ini Penjelasan Demian Aditya

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 16 33 1922912 tiket-meet-and-greet-rp250-ribu-ini-penjelasan-demian-aditya-NKA3e7VQyB.jpg Demian (Foto: Youtube Demian)

JAKARTA - Demian Aditya memberikan pernyataan resmi tentang isu tarif jumpa fans yang membuat namanya ramai diperbincangkan. Lewat akun YouTube pribadi, Demian memposting video klarifikasi pada Senin (16/7/2018).

Dalam video berjudul Demian Tik Tok, sang pesulap menjelaskan kebiasaannya menemui komunitas pesulap daerah. Kata Demian, dirinya hampir tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bertemu mereka yang ingin bertukar pikiran.

"Aktivitas seperti ini sering gue lakukan setiap datang ke kota. Kalau gue bisa ya gue datang, kalau enggak bisa ya enggak," ujar dia.

(Baca Juga: Al Ghazali Unggah Foto Mesra dengan Kekasih, Netizen Serang Maia Estianty)

(Baca Juga: Ternyata, Nama Deddy Corbuzier Berasal dari Ide sang Mantan)

Sebelumnya diberitakan, komunitas pesulap Medan mempermasalahkan tarif yang dipasang manajemen Demian untuk melakukan jumpa fans. Dalam keterangannya, perwakilan manajemen Demian bernama Deden menjelaskan bahwa tiket seharga Rp250 ribu hanya digunakan untuk biaya sewa tempat.

"Itu bukan buat kita, tapi buat sewa tempat atau booking restoran biar ketemuannya private dan bukan di tempat publik. Karena kalau di tempat publik malah jadi ramai dan enggak bisa dikendaliin sama kita," terang dia.

Hal serupa diutarakan Demian dalam video berdurasi hampir 20 menit tersebut. Menurut Demian, hal semacam itu biasa dilakukan dalam setiap kegiatan jumpa fans yang pernah dia lakukan.

"Tujuannya bukan buat gue. Sama sekali gue enggak ambil sepeser pun. Saya sebenarnya sudah start hal itu dari 2009. Jadi mereka siapkan tempat, saya tanggal datang dan bertukar pikiran disitu," jelasnya.

Bagi Demian, sangat penting menggelar acara jumpa fans di tempat tertutup. Pasalnya, Demian akan membongkar setiap trik sulap yang ingin dipelajari oleh anggota komunitas pesulap. Tidak etis menurut Demian, apabila kegiatan semacam itu diadakan di tempat terbuka.

"Kenapa saya minta tempatnya private, karena kalau misalnya pesulap bertemu pasti ada yang nanya ke saya dan akan sharing trick. Saya akan bongkar triknya di situ. Kalau kita ketemu di publik, nanti akan jadi lecture. Orang lain akan tahu triknya," pungkas Demian Aditya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini