nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sylvester Stallone Akan Garap Film Biopik Petinju Legendaris Jack Johnson

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 15:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 31 206 1905021 sylvester-stallone-akan-garap-film-biopik-petinju-legendaris-jack-johnson-qMl2ov9zKy.jpeg Sylvester Stallone. (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Aktor laga Sylvester Stallone akan berkolaborasi dengan Metro Goldwyn Mayer (MGM) untuk menggarap film biopik petinju legendaris Jack Johnson.

Belum ada kepastian apakah aktor Rocky itu akan berperan dalam proyek biopik tersebut. Namun yang pasti, Balboa Productions, rumah produksi miliknya, akan menggarap film tersebut.

Ini akan menjadi kolaborasi kedua Stallone dengan MGM, setelah Creed, spinoff film Rocky yang tayang pada November 2015. Kala itu, Creed membukukan box office sebesar USD170 juta di seluruh dunia.

Sementara itu, Johnson merupakan juara tinju kelas berat keturunan Afro-Amerika pertama di Negeri Paman Sam. Dia lahir dari orangtua mantan budak di Galveston, Texas, pada 31 Maret 1878.

Baca juga: Dituduh Cabuli Gadis, Sylvester Stallone: Ini Menggelikan

Sylvester Stallone. Foto: Reuters

Berlatih tinju sejak kecil, Johnson menjalani pertandingan profesional pertamanya di usia 20 tahun. Pada 1908, dia memboyong pulang gelar kelas berat perdananya. Gelar itu menjadi miliknya selama 7 tahun setelah melewati 17 kali pertandingan. 

Sayang, kala itu ada peraturan yang tak mengizinkan petinju keturunan Afro-Amerika untuk berlaga di kejuaraan dunia kelas berat. Inilah alasan Johnson tak pernah bisa berlaga di kelas berat dunia.

Dari deretan pertandingan yang pernah dijalaninya, laga dengan James J. Jeffries adalah yang paling kontroversial. Media bahkan menyebut pertandingan itu sebagai ‘laga terakbar pada abad 20’.

Kontroversi Johnson tak sampai di situ. Dia dikenal flamboyan karena menikahi tiga perempuan kulit putih yang kala itu masih ‘diharamkan’ masyarakat Amerika. Pada 18 Oktober 1912, dia dijebloskan ke penjara karena hubungannya dengan Lucille Cameron dianggap melanggar regulasi Mann Act.

Johnson diputus bersalah karena ‘menyelundupkan’ Cameron melintasi batas negara untuk tujuan tidak bermoral. Kala itu, Cameron diduga melakoni profesi sebagai pekerja seks komersil (PSK) sampai kemudian dinikahi oleh Johnson.

Petinju legendaris Jack Johnson. Foto: Reuters

Baca juga: Sambangi Patung Rocky, Sylvester Stallone Bawa Plakat Baru

Kurang dari sebulan sejak kasus perdananya, dia kembali ditangkap atas kasus serupa. Kali ini, dia melibatkan seorang PSK bernama Belle Schreiber.

Atas kasus hukum Johnson itu, pada 24 April 2018, Stallone sempat menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk permintaan anumerta. Hal itu diungkapkan Trump lewat unggahannya di Twitter.

“Sylvester Stallone menghubungiku terkait pemberian anumerta untuk juara tinju kelas berat Jack Johnson. Kehidupan Johnson memang kompleks dan kontroversial,” kicaunya.

Dia menambahkan, “Banyak orang yang juga meminta hal serupa selama bertahun-tahun. Sebagian besar orang berpikir anumerta itu akan diberikan kepadanya. Tapi, ya, aku akan mempertimbangkan Pengampunan Penuh untuk Jack Johnson.”

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini