nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Film 'Lima' Punya Lola Amaria Gagal Kantongi Sensor 13 Tahun ke Atas

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Senin 28 Mei 2018 16:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 28 206 1903777 film-lima-punya-lola-amaria-gagal-kantongi-sensor-13-tahun-ke-atas-uKzTbopMuE.jpg Lola Amaria (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Menjelang peringatan hari lahrinya Pancasila pada tanggal 1 Juni, Lola Amaria telah mempersiapkan sebuah film khusus yang berjudul Lima. Film tersebut mengangkat lima dasar Pancasila yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mendekati hari perilisannya, Lembaga Sensor Film (LSF) akhirnya melakukan sensor terlebih dahulu sesuai prosedur. Akhirnya, film yang dibintangi oleh Prisia Nasution ini diberikan sensor untuk usia 17 tahun ke atas.

Kontroversi muncul ketika beberapa komunitas film mengadu kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar mengharapkan film Lima bisa mendapatkan sensor untuk 13 tahun ke atas. Unsur edukasi tentang Pancasila di dalam film tersebut menjadi pertimbangan utama mengapa film tersebut sebaiknya mengambil pasar anak-anak dari usia 13 tahun.

Bertempat di Gedung Film, Jakarta Selaran, LSF, DPR, dan Lola Amaria, selaku produser, akhirnya melakukan mediasi untuk memastikan apakah film Lima layak mendapatkan sensor 13 Tahun Ke Atas. Namun, LSF tetap menegaskan bahwa film Lima hanya bisa mengantongi sensor 17 tahun ke atas.

Sayangnya, tidak ada satu pihak pun yang membeberkan alasan mengapa film tersebut harus masuk kategori 17 tahun ke atas. Menurut Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki, hasil dari mediasi bukan untuk menjadi konsumsi publik.

“Karena itu ada sensivitasnya, biarlah menjadi konsumsi internal LSF dan pemilik film. Agar semua terjaga dengan baik, karena ini juga film yang baik,” kata Yani saat ditemui usai mediasi, Senin (28/5/2018).

Sementara itu, Lola sendiri mengaku awalnya memang film Lima dibuat untuk dikonsumsi anak-anak dari usia 13 tahun. Menanggapi keputusan yang telah diberikan oleh LSF, ia pun harus menerima dengan lapang dada.

“Saya lapang dada, tapi beberapa ibu-ibu, kepala sekolah, dan guru-guru yang merasa anak muridnya wajib nonton itu, protes dan bilang ke saya untuk berjuang. Lho, saya sudah membuat filmnya dan memang saya membuatnya juga untuk 13+ tapi ya pada kenyataannya dapat 17+ saya enggak bisa berbuat apa-apa,” tandas Lola.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini