Film Bilal: A New Breed Of Hero Tuai Kontroversi

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 19:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 12 206 1858529 film-bilal-a-new-breed-of-hero-tuai-kontroversi-ZujduDOA8C.jpg Bilal (Foto: Ist)

JAKARTA - Film animasi produksi Barajoun Entertainment, perusahaan film asal Uni Emirat Arab (UEA), Bilal: A New Breed of Hero menuai kontroversi. Film yang sudah tayang sejak awal September 2018 di Dubai ini mengangkat kisah sahabat Rasulullah SAW, Bilal bin Rabah.

Seperti dilansir Muslimmatters, Senin (12/2/2018), dari trailer film Bilal : A New Breed of Hero memang cukup mengundang rasa penasaran, bahagia, sekaligus membingungkan bagi para muslim yang mengenal sosok Bilal. Dalam film, Bilal digambarkan sebagai seorang pahlawan yang berasal dari kaum budak. Hanya saja dalam film sama sekali tidak diterangkan darimana asal Bilal, agama yang dianut, dan sama sekali tak ada unsur Islamnya. Dan, inilah beberapa kontroversi film Bilal.

(Baca Juga: Setelah 30 Tahun Berkarier, Mimpi Ruth Sahanaya Buat Album Pop Big Band Terwujud)

(Baca Juga: Kiwil Sebut Keputusan Malih Tong Tong Menikah Lagi adalah Hal Baik)

1. Tidak disebutkan secara spesifik siapa sosok Bilal

Dalam film hanya diceritakan bahwa sekitar seribu tahun lalu ada seorang anak laki-laki dengan impian menjadi pahlawan diculik bersama kakaknya ke daerah yang jauh dari rumah. Ia dilemparkan ke dunia yang penuh keserakahan dan ketidakadilan. Kemudian Bilal memberanikan diri bersuara untuk membuat perubahan.

Bagi orang yang tidak begitu mengenal sosok Bilal bin Rabah dia memang hanya diketahui sebagai seorang budak pemimpin paling kuat di Arab pada zaman awal Islam berdiri. Namun, kisah sebenarnya dia adalah budak yang disiksa oleh majikan karena menolak menyembah berhala. Ia disiksa sepanjang hari agar keluar dari Islam. Kemudian ia ditolong oleh sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan saudagar kaya yang membeli Bilal dari tuannya untuk dibebaskan. Bilal adalah orang yang dipilih Rasulullah untuk mengumandangkan azan sebagai panggilan salat karena suaranya yang merdu dan indah.

2. Banyak adegan kekerasan

Meski itu film animasi, penyiksaan yang digambarkan kepada Bilal dan kakaknya menunjukkan unsur kekerasan. Padahal kisah Bilal sangat bagus diceritakan kepada anak-anak, karena ada adegan kekerasan pertimbangkan kembali untuk anak-anak. Di film terdapat adegan pertempuran dan pertarungan dengan pedang.

3. Cerita fiktif

Dalam kisah Bilal yang sebanarnya, peran Nabi Muhammad sangatlah penting. Namun, di film tidak ada satu pun penyebutan Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam atau Islam. Namun, kemunculan agama baru (Islam) hanya digambarkan lewat sebuah ‘gerakan’. ‘Gerakan’ itu dibawa oleh Abu Bakar, yang disebut sebagai "Al-Sideeq”.

4. Tidak ada azan

Sepanjang film, peran Bilal memang sangat menggambarkan tentang ajaran Islam, yaitu nila-nilai kemanusiaan. Hanya saja tak ada sedikit pun lantunan azan dalam film. Hanya ada seruan-seruan yang didendangkan untuk menyambutnya orang-orang Muslim yang baru bermigrasi. Walau, ada beberapa dialog yang menyebub bahwa suara Bilal itu indah. Tetapi di adegan terakhir tampak Bilal mengangkat tangannya ke telinganya.

Film ini menyederhanakan konsep Islam ke nilai-nilai kebaikan, seperti kesetaraan, kejujuran, kebenaran, dan tauhid. Film Bilal diangkat secara universal tentang kemanusiaan dan keberanian. Bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau afiliasi keagamaan mereka, dapat menikmati hidup dan belajar apa pun tentang kehidupan.

Trailer film Bilal A New Breed Of Hero baru saja dirilis di Amerika Serikat pada 15 Januari lalu. Namun, belum diketahui apakah akan masuk pasar Indonesia atau tidak.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini