nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Penggerebekan, Sandy Tumiwa Sempat Hubungi Tessa Kaunang

Revi C. Rantung, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 03 33 1854326 sebelum-penggerebekan-sandy-tumiwa-sempat-hubungi-tessa-kaunang-BeGd6qGZVq.jpg Aktris Tessa Kaunang. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Perseturuan Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa memasuki babak baru. Geram dengan aksi koboi sang mantan suami, kini putri rocker Arthur Kaunang itu resmi memolisikan Sandy atas dugaan pencemaran nama baik.

Kepada awak media, Tessa mengaku, ada yang janggal dengan insiden penggerebekan yang terjadi pada 27 Januari 2018 tersebut. Pesinetron 41 tahun itu mengatakan, lelaki 36 tahun yang sudah memberikannya dua anak itu sempat beberapa kali menghubunginya.

Baca juga: Tessa Kaunang Resmi Polisikan Sandy Tumiwa

“Enggak ada masalah apa-apa hari itu. Seingat saya, dia itu beberapa kali coba menghubungi. Entah itu lewat pesan singkat maupun teman-temannya,” ungkap Tessa saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/2/2018).

Diakuinya, Sandy hanya mengirimkan pesan singkat yang mengungkapkan keinginan untuk menjalin silaturahmi. Namun karena merasa mengenal betul mantan suaminya tersebut, Tessa memilih untuk bersikap hati-hati.

"Dia mencoba untuk menemui saya dengan alasan untuk kepentingan anak-anak. Tapi, saya kenal betul watak dia. Saya pikir, rangkaian kejadian yang selama ini dia buat hanya menimbulkan sensasi. Itu alasan saya enggak mau diajak ketemuan,” tuturnya.

Tessa mengaku, tak habis pikir alasan Sandy melakukan penggerebekan itu. Apalagi kemudian, sang mantan suami menuntut hak asuh anak atas kedua buah hatinya.

“Sekarang saya enggak tahu tujuan dia menuntut hak asuh anak. Saya benar-benar tak bisa mengerti maksud dan tujuan dia memancing keributan seperti ini,” imbuhnya.

Baca juga: Lelah dengan Mantan Suami, Tessa Kaunang Relakan Harta Gana-Gini

Seperti diketahui, pada Sabtu (3/2/2018), Tessa Kaunang yang didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, resmi melaporkan Sandy ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Sandy, menurut Sunan, dituntut atas dugaan pencemaran nama baik.

Sunan menjelaskan, pihaknya melaporkan Sandy dengan merujuk pada pasal 310 KUHP dan 311 pasal 27 ayat 3 JO pasal 45 Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini