Dolores O'Riordan, Pelecehan Seksual, hingga Kecanduannya Terhadap Pil Tidur serta Alkohol

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 33 1846564 dolores-o-riordan-pelecehan-seksual-hingga-dan-kecanduannya-terhadap-pil-tidur-serta-alkohol-qJwcwQrgNk.jpg Dolores O'Riordan (Foto: NBC)

LOS ANGELES – Vokalis The Cranberries, Dolores O’Riordan, meninggal dunia secara mengejutkan di Hotel Hilton, London, pada Senin 15 Januari 2018. Dunia pun kembali berduka karena kehilangan salah satu talenta berbakatnya.

Dolores mengehembuskan nafas terakhir di usianya yang baru menginjak angka 46. Selama masa hidupnya, Dolores ternyata tak bisa lepas dari kecanduannya terhadap pil tidur dan alkohol.

Baca juga: Hotman Paris Menangis Minimal 2 Kali Setahun, Alasannya Mencengangkan

Ibu tiga anak ini mengaku bahwa alasannya mengonsumsi pil tidur dan alkohol adalah demi mengilangkan trauma di masa kecilnya. Sejak usia delapan tahun, Dolores acap kali diperkosa dan dianiaya di rumahnya sendiri oleh seseorang.

“Aku memiliki hari buruk ketika aku teringat kenangan buruk itu dan aku tidak bisa mengontrolnya sehingga aku harus minum alkohol,” ucap Dolores dalam sebuah wawancara seperti dilansir Mirror, Rabu (17/1/2018).

Begitu pun dengan pil tidur yang selalu dikonsumsi olehnya saat sedang mabuk. Salah satu tematnnya, seorang jurnalis bernama Barry Egan, mengatakan bahwa Dolores adalah seseorang yang bisa membahayakan dirinya sendiri ketika sedang mabuk.

Baca juga: Sudah Senior, Liam Neeson Mengaku Masih Ditawari Main Film Laga

“Dia betul-betul kacau ketika sedang mabuk. Dia bisa membahayakan dirinya sendiri. Hal-hal gelap yang ada di kepalanya seolah mendidih ke permukaan ketika ia sedang mabuk dan keluar dalam sebuah badai hitam mengerikan dari kekacauan dan kemarahan batinnya,” kata Barry.

Pelecehan seksual di usia dini benar-benar menjadi sebuah kenagan buruk yang mengubah kehidupan seorang Dolores O’Riordan. Pada tahun 2014, Dolores pernah mengatakan bahwa dirinya menderita sebuah ‘pembalasan diri yang mengerikan’ setelah dilecehkan secara seksual sewaktu kecil.

“Dia (pelaku) biasa memasturbasiku saat aku berusia delapan tahun. Dia membuatku melakukan oral seks untuknya dan ejakulasi di dadaku saat aku berusia delapan tahun. Itu adalah sentuhan yang tidak pantas. Selama empat tahun, saat aku masih kecil aku selalu dilecehkan secara seksual. Aku hanya seorang anak kecil,” kenangnya.

Akibat dari kenangan buruk itu, Dolores juga dikabarkan menderita anoreksia, gangguan bipolar, dan serangkaian gangguan jiwa lainnya. Ia bahkan sempat mencoba mengakhiri hidupnya pada tahun 2013 dengan melakukan overdosis.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini