nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Via Vallen Dukung Duo Serigala Recycle Lagu Sayang versi Bahasa Indonesia

Revi C. Rantung, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 16 33 1845494 via-vallen-dukung-duo-serigala-recycle-lagu-sayang-versi-bahasa-indonesia-dhi4wz4x9l.jpg

JAKARTA - Duo penyanyi dangdut yakni Pamela Safitri dan Oza Kioza yang tergabung dalam Duo Serigala kini tengah menjadi bahan perbincangan. Hal itu tak terlepas lantaran keduanya menyanyikan lagu Sayang yang sebelumnya telah populer lewat Via Vallen. Namun yang berbeda dari Sayang yang dibawakan Duo Serigala, merupakan segi lirik yang menggunakan berbahasa Indonesia.

Tapi kemunculan lagu Sayang yang kembali diusung oleh Duo Serigala tentu beraroma tak sedap bagi sebagian publik. Bahkan Duo Serigala mengakui bahwa ada saja hujatan yang menyebut kedua pedangdut seksi ini numpang tenar.

"(Projek terbarunya) lagu Sayang. Banyak yang judge, numpang tenar aja. Itu lagu ada pencipta lagunya," ujar Pamela Safitri saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Gara-Gara Penampilan Debora di Indonesian Idol 2017, Maia Estianty & BCL Berdebat)

(Baca Juga: Bikin Maia Estianty Meleleh, Peserta Asal Samarinda Ini Lulus Audisi Indonesian Idol 2017)

Tetapi, menurut Duo Serigala keberadaan lagu Sayang yang kembali dinyanyikannya justru mendapat tanggapan baik dari Via Vallen. Bahkan diakui Duo Serigala bahwa mereka malah mendapat dukungan dari Via Vallen.

"Via Vallen doain biar sukses. Temen seperjuangan dari Jatim (juga). Emang sahabat (juga) sama Via. Dia secara personal mendoakan biar sukses dan (kasih) support. Banyak orang judge kita, Via enggak terima juga," sambungnya.

Lebih lanjut, bila berbicara soal lagu Sayang dari Duo Serigala, Pamela menyebut bahwa unsur dari segi musik sedikit lebih berbeda dari Via Vallen. Dan munculnya lagu Sayang versi bahasa Indonesia ini tentu membantu banyak pihak yang tidak mengerti betul arti dari lagu tersebut. Mengingat pelafalan lagu Sayang asli berlirik bahasa Jawa.

"Perubahan musiknya sedikit, tapi fokus di bahasa Indonesia. Kan banyak orang kurang mengerti bahasa Jawa. Cuma ngebantu untuk orang tahu bahasa Indonesia saja," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini