nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

The Emoji Movie Jadi Film Pertama Yang Diputar di Arab Saudi Setelah 35 Tahun

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 16 206 1845975 the-emoji-movie-jadi-film-pertama-yang-diputar-di-arab-saudi-setelah-35-tahun-5bvnVG2Eud.jpg The Emoji Movie (Foto: Vulture)

LOS ANGELES – Pemerintah Arab Saudi akhirnya kembali membuka film untuk tayang di sana setelah 35 tahun. Untuk merayakan hal tersebut, mereka akhirnya menggelar nonton bareng salah satu film animasi terburuk dari tahun 2017, The Emoji Movie.

Gedung bioskop permanen pertama akan dibuka mulai pada bulan Maret mendatang, salah satu bagian dari upaya reformasi liberalisasi karena sebelumnya telah membuka pintu konser, pertunjukan komedi dan pengemudi wanita selama satu tahun terakhir.

Baca juga: Navid Negahban Komentari Kritikan 'Ras Putih' di Film Live-Action Aladdin

Pemerintah Arab Saudi sekarang sudah mencanangkan pembangunan beberapa bioskop. Pembangunan 300 gedung bioskop, dengan total layar mencapai 3000 sudah direncanakan hingga tahun 2030 nanti.

Di bawah tekanan dari kelompok Islam konservatif, Arab Saudi akhirnya secara resmi melarang penayangan film di bioskop pada awal tahun 1980-an, memaksa para penduduknya untuk pergi ke tempat lain untuk menikmati pengalaman menonton film. Putra Mahkota Mohammed bin Salman pun kemudian memimpin berbagai gerakan reformasi, termasuk mencabut larangan tersebut, untuk memudahkan beberapa pembatasan ekonomi dan budaya yang telah melekat di negaranya.

Baca juga: 'Camila' Cabello Puncaki Chart iTunes 24 Jam setelah Dirilis

Kendati dipenuhi oleh bintang-bintang kelas atas, The Emoji Movie tidak bisa berbicara banyak di kalangan kritikus film. Di situs Rotten Tomatoes, film tersebut hanya mendapatkan 9 persen pujian dan dianugerahi julukan sebagai film terburuk 2017 dari berbagai situs perfilman.

Warga Arab Saudi pun menyambut keputusan terkait bioskop ini dengan sangat senang. Kini mereka bisa kembali menyaksikan film di bioskop, meski sebagian film akan tetap mendapatkan sensor keras mengikuti kebudayaan mereka.

“Aku ingin melihat segalanya karena ini adalah sesuatu yang baru untuk Arab Saudi. Aku harap semuanya tersedia, aksi, drama romantis, film anak-anak, komedi. Segalanya. Amin,” ujar Abu Talib seperti dilansir dari Reuters, Selasa (16/1/2018).

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini