Film Indonesia Dapat Perhatian Khusus dari Juri Southeast Asian Film Financing

Alan Pamungkas, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 206 1824574 film-indonesia-dapat-perhatian-khusus-dari-juri-southeast-asian-film-financing-lISTxsnS1u.jpg Film Indonesia (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Industri perfilman Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih postifi belakangan ini. Film, aktor dan kru dengan kualitas internasional pun semakin banyak yang imbasnya mendapatkan perhatian dari penikmat film luar negeri.

Kali ini, film Indonesia berjudul The Hunted mendapatkan perhatian khusus dari Southeast Asian Film Financing (SAFF). Film memenangkan tiga hadiah dari empat hadiah yang disiapkan.

The Hunted mendapatkan Aurora Producing Award dengan hadiah berupa USD 15 ribu, Yellow Box Soundscape Award dengan hadiah USD 15 ribu kemudian terakhir RED Digital Cinema Award dengan mendapatkan kamera Red Scarlet-W senilai USD 25 ribu.

(Baca Juga: Selama 12 Jam, Vino G Bastian Take Ulang Scene Goyang Patah-Patah Ala Chrisye)

(Baca Juga: Autentik, Film Chrisye Reka Ulang Kehidupan Sang Maestro)

SAFF Project Market 2017 berlangsung di Singapura. Ajang ini adalah untuk mengembangkan perfilman di Asia Tenggara. The Hunted sendiri bercerita tentang perburuan empat orang gadis yang terlantar di satu pulau. Premis sederhana dengan pengembangan cerita yang mengejutkan berhasil menarik perhatian juri.

Produser The Hunted, Delon Tio kemenangan ini sangat berarti bagi perfilman Tanah Air. Hadiah yang didapat pun bisa digunakan untuk pengembangan film miliknya. Selama berkiprah di industri film, Delon telah menelurkan karya antara lain berupa Rumah Dara, Claudia/Jasmine, Simponi Luar Biasa dan Mari Lari.

"Ini akan membantu proyek kami lebih jauh lagi. Saya telah menghasilkan tujuh film sejauh ini dan saya hanya mengumpulkan pendanaan dari Indonesia. Saya tidak pernah menempuh langkah mendaftarkan proyek saya ke pasar film dalam program seperti SAFF sebelumnya. Pengalaman yang sangat baik bertemu dengan investor, produser dan distributor dari negara lain. Kami membutuhkan pendanaan untuk mencapai tingkat produksi tertentu, karena kami tidak melihat ini hanya untuk film Indonesia saja, tapi juga level dunia," ujar Delon seperti dilansir dari Variety.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini