nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paham tentang Kondisi Depresi, Vokalis Korn Ungkap Rasa Sayang ke Chester Bennington

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 06 November 2017 08:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 06 33 1809010 paham-tentang-kondisi-depresi-vokalis-korn-ungkap-rasa-sayang-ke-chester-bennington-FcIzbChl70.jpg Chester Bennington (Foto: Variety)

LOS ANGELES - Kepergian vokalis Linkin Park, Chester Bennington, pada 20 Juli 2017 akibat bunuh diri terus menyisakan duka bagi teman-temannya sesama musisi. Banyak yang merasa kehilangan sosok yang begitu ramah dan disayangi banyak orang tersebut.

Dilansir Sindonews, salah satunya adalah frontman Korn, Jonathan Davis. Dalam sebuah wawancaranya dengan majalah Kerrang!, dia mengaku menyayangi Chester dan paham masalah depresi yang membelit vokalis yang tewas dalam usia 41 tahun itu.

(Baca Juga: Di Tengah Gaya Hidup Glamor, Britney Spears Buka Fasilitas untuk Anak Penderita Kanker)

(Baca Juga: Memalukan! Johnny Depp Mabuk Berat saat Hadiri Pemutaran Perdana Murder on the Orient Express)

Sebelum tewas, Chester sangat terbuka dengan media dan publik tentang perjuangannya melawan ketergantungan narkoba dan alkohol yang membuatnya masuk rehabilitasi dua kali pada sekitar 2006. Vokalis itu juga menderita depresi berkepanjangan.

“Saya paham tentang depresi dan semua yang dilalui (Chester). Orang seperti ini selalu terlihat bahagia, paling manis, itu yang paling menyakitkan. Depresi adalah penyakit mengerikan yang bisa membuat semuanya terasa tidak bisa tertahankan. Ketika saya tahu apa yang terjadi, saya bahkan tidak bisa berkata-kata. Saya suka senyumannya. Saya selalu berusaha menemuinya. Kalau kami tampil bareng di sebuah festival, dia akan menunjuk dan menemui saya, yang mana selalu saya apresiasi. Chester adalah perjalanan yang mengagumkan. Saya sayang anak itu,” papar Jonathan.

Dalam wawancara itu, Jonathan juga membahas kontribusi Chester dalam perjalanan Linkin Park. Menurut pelantun Falling Away From Me itu, kontribusi Chester memainkan peranan besar dalam cara musik Linkin Park bisa terkoneksi begitu mendalam dengan jutaan fans band tersebut.

(Baca Juga: Kembali Raih Pengakuan Internasional, BTS Cetak Rekor dengan Tampil di American Music Awards)

(Baca Juga: FOTO: Liburan Manja Syahrini di Belanda, Duduk di Pembatas Sungai)

“Liriknya menyentak dan sangat terkait. Pada level lirik, Chester menyentuh banyak hal yang dirasakan orang dan ketika kalian mengalami itu dengan musik, itu pelepasan. Ketika kalian membantu banyak orang, kalian terkadang bisa melupakan diri kalian. Kita seperti superhero untuk anak-anak yang menyakiti—kita seharusnya menjadi saksi nyata bahwa semuanya akan menjadi lebih baik. Seharusnya ada lebih banyak Chester di dunia ini,” tutur Jonathan.

Tak hanya Jonathan yang merasa kehilangan sosok Chester. Dalam wawancara terbaru dengan Loaded Radio, gitaris Korn, James “Munky” Shaffer mengaku merasa frustrasi, kaget dan sedih, ketika kali pertama dia mendengar tentang kematian Chester.

Sementara gitaris lain Korn, Brian “Head” Welch, justru memicu kontroversi setelah menyebut Chester sebagai pengecut hanya beberapa jam setelah kabar kematian Chester mencuat. Dia kemudian meminta maaf atas kata-katanya tersebut.

Jonathan adalah satu dari sederet artis yang bergabung bersama Linkin Park di atas panggung untuk memberi penghormatan untuk Chester dalam show emosional selama tiga jam di Hollywood Bowl di Los Angeles pada 27 Oktober lalu. Dalam kesempatan itu, Jonathan menyanyikan single pertama Linkin Park, One Step Closer.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini