Share

Istri Bongkar Perubahan Perilaku Chester Bennington Sebelum Bunuh Diri

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 27 Juni 2018 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 27 33 1914701 istri-bongkar-perubahan-perilaku-chester-bennington-sebelum-bunuh-diri-fSlADXolLh.jpg Foto: Istimewa

LOS ANGELES - Hampir satu tahun para penggemar Linkin Park dikejutkan oleh kematian pentolan dari grup band tersebut, yakni Chester Bennington. Dia ditemukan meninggal bunuh diri, setelah berkumpul bersama keluarganya.

Menurut sang istri, Talinda Bennington, pada saat menjelang kematiannya, dia tidak mampu memahami perubahan karakter dari sang mendiang suaminya. Tapi, setelah hampir setahun ditinggal, dia baru menyadari tanda-tanda peringatan yang diberikan Chester kepadanya.

"Saya sekarang lebih sadar mengenai tanda-tanda itu, tetapi ada beberapa tanda yang pasti ada, keputusasaan, perubahan perilaku, isolasi," kata Talinda seperti dikutip dari laman NME, Rabu (27/6/2018).

(Baca juga: Lebih dari 200 Instrumen Bakal Dijual, Nasib Linkin Park Masih Tidak Jelas)

 

“Itu semua adalah bagian dari kehidupan sehari-hari kami. Terkadang, beberapa tanda lebih menonjol dari yang lain. Namun terkadang, tidak ada tanda-tanda sama sekali,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, saat kejadian tersebut akan terjadi, Chester sedang melakukan liburan bersama keluarga. Kemudian, dia pamit untuk menggarap sebuah iklan untuk televisi.

"Ini bukan saat di mana kami atau keluarga kami menduga ini terjadi, yang menakutkan, kami pikir semuanya baik-baik saja," sambungnya.

Setelah tak mendapat kabar, keluarga dikagetkan dengan berita jika Chester sudah terbujur kaku di rumahnya, yaitu di Palo Verdes Estates, California. Dia meninggal akibat lilitan di lehernya, saat dia menggantung dirinya sendiri.

(Baca juga: Mike Shinoda "Linkin Park" Tolak Manggung dengan Hologram Chester Bennington)

Sekedar informasi, awal bulan ini, Mike Shinoda berbicara tentang apakah Linkin Park akan berlanjut tanpa Bennington. Sahabat terbaik dari Chester tersebut menyebut jika dia tidak memiliki bayangan terhadap jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Itu pertanyaan jutaan dolar, kan? Dan, sayangnya, saya telah mengatakannya sebelumnya, tetapi tidak ada jawaban untuk itu pada saat ini. Akan luar biasa jika ada. Itu akan sangat mudah,” kata Mike.

"Saya berharap kami berada dalam situasi Brian Johnson dan Bon Scott, di mana itu seperti, sahabat kami, yang bernyanyi untuk band yang meninggal, dia benar-benar berkata, 'Ini adalah orangnya,' dan kami mendengarkan untuk pria itu dan pria itu pasti pria itu, dan kami semua suka bergaul dengannya, dan kami ingin bermain dengannya,” lanjutnya.

Namun, dia mengingatkan hal tersebut tidak dapat begitu saja terjadi pada orang lain. Hal inilah yang belum ditemukan oleh anggota Linkin Park lainnya.

“Jika seseorang datang dan berkata, 'Hei, Linkin Park, apakah Anda ingin bermain di Jerman?' Maka Anda harus berdiskusi dengan semua orang, dan Anda memiliki satu orang yang, seperti, 'Saya pasti tidak ingin melakukannya,' dan Anda memiliki seorang pria yang berkata, 'Saya tidak tahu. Mungkin. Mungkin kita tidak boleh melakukannya, 'dan dua orang yang berkata,' Kami benar-benar harus melakukannya, 'dan kemudian ada kekhawatiran,” pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini