Pandji Pragiwaksono Ungkap Sisi Kelam Perjalanannya Tur Dunia Stand-up Comedy, Penasaran?

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Minggu 24 September 2017 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 23 33 1781738 pandji-pragiwaksono-ungkap-sisi-kelam-perjalanannya-tur-dunia-stand-up-comedy-penasaran-c9jRHEckrp.jpg Pandji Pragiwaksono (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA – Pandji Pragiwaksono kembali meluncurkan buku baru. Ini merupakan buku kedelapan yang dirilis oleh Pandji selama kariernya.

Buku kedelapan ini diberi judul Persisten atau dengan makna lain adalah kegigihan. Dalam buku ini ia banyak menceritakan bagaimana ribetnya seorang stand-up comedian saat membuat tur dunia di 24 kota dan lima benua.

(Baca Juga: 5 Hal Unik Seputar Film Turah yang Wakili Indonesia di Piala Oscars)

(Baca Juga: Dengan Beskap Putih Tulang, Husein 'Idol' Tampil Menawan Jelang Akad Nikah)

“Kalau sudah buku kedelapan mah sudah terbiasa ya dengan prosesnya yang beda adalah reaksi orang ketika tahu busuknya di belakang turnya, semua marah-marahnya, kegagalannya, itu kan kalau kaset ada Side A dan Side B, ini Side B nya. Orang sudah tahu lucunya, sekarang mari kita kasih lihat bagaimana ribetnya. Semoga itu membuat mereka lebih mengapresiasi pertunjukan yang mereka tonton, oh ternyata di balik kemewahan dan kelucuan ini ada hal-hal berat,” ujar Pandji saat ditemui di Jakarta Selatan.

Tak ada hal yang ditutup-tutupi oleh Pandji di dalam bukunya kali ini. ia membongkar semua kejadian buruk yang terjadi selama perjalanan Juru Bicara World Tour.

(Baca Juga: Super Meriah, Antrean Peserta Mengular saat Ikuti Big Audition Indonesian Idol Medan)

(Baca Juga: Rumah Raffi Ahmad Nyaris Kemalingan, Pelakunya Alami Depresi)

“Enggak ada sih, memang sempat ada yang dipikirkan ini dikeluarin atau enggak ya. Tapi ini hasil wawancara dengan anak-anak yang lain, tidak ada yang saya ubah sama sekali, ya sudah dikeluarin begitu saja biar orang-orang tahu bahwa Pandji tuh bukan cuma lucu tapi pemarah, penunda, pelupa, dan pelor,” tambahnya.

Pandji memang sengaja melakukan hal itu agar para penggemarnya tahu bahwa dirinya bukan hanya orang baik. Ia ingin agar orang-orang tahu bahwa ada sisi buruk dari dirinya yang harus diketahui oleh orang lain.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini