Sibuk di Industri Musik, Rayi 'RAN': Istri dan Anak Adalah Prioritas

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 03 33 1749109 sibuk-di-industri-musik-rayi-ran-istri-dan-anak-adalah-prioritas-B5nGH8EcFB.jpg Rayi 'RAN' (Foto: Ria/Okezone)

JAKARTA - Penyanyi Rayi Putra Rahardjo dikenal namanya sejak membentuk grup musik RAN pada 2006. Kini kariernya tersebut semakin cemerlang di belantara musik Tanah Air.

Bersama Asta dan Nino, personel RAN lainnya, pria berusia 30 tahun tersebut kian sibuk dengan beragam acara musik. Saat ini promo single baru milik grup musiknya dan single solonya menyita cukup banyak waktu.

(Baca Juga: Sibuk Proyek Sampingan, Begini Cara RAN Tetap Kompak)

 

(Baca Juga: Mandiri, RAN Kini Tempuh Jalur Indie)

Untuk itu kebersamaan dengan istri juga sang anak tentu terkorbankan. Namun Rayi Putra menegaskan bahwa dua orang tercintanya tersebut adalah prioritas dari karier yang dibangun selama ini.

Rayi Putra selalu menghabiskan waktunya untuk istri dan buah hatinya. Saat tidak ada jadwal bekerja, segala hal akan dilakukannya bersama mereka.

"Mereka (istri dan anak) masih prioritas ya. Ketika enggak kerja pasti sama mereka, waktu dihabiskan sama mereka juga," ungkapnya kepada Okezone saat dijumpai di Studio MNC, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (3/8/2017).

(Baca Juga: Durian Bisa Picu Konflik Internal RAN, Nih Cerita Lengkapnya)

 

(Baca Juga: Terungkap, Permen Jadi Menu Wajib RAN sebelum Manggung)

Dua bulan lagi, buah cintanya bersama Ria Zhafarina Hadju genap berusia satu tahun. Tak heran kelucuan-kelucuan dan kelincahannya dalam mengoceh semakin ditunjukkan yang membuat Rayi segera pulang ke rumah.

Selanjutnya Rayi mengaku sering mengajak sang anak ikut serta saat bekerja. Ia seakan ingin turut serta melihat tumbuh kembang anaknya meski sibuk di dunia musik.

"Sepuluh bulan, pengin cepat pulang tapi kadang-kadang suka diajak kalau lagi manggung gitu," jelasnya.

Meskipun demikian, Rayi tak menyebut bahwa tindakannya tersebut untuk mengajarkan sang anak menjadi seorang pekerja hiburan. Pria yang mengakhiri masa lajang pada 2011 itu membebaskan pekerjaan yang akan dipilih anak semata wayangnya asalkan baik dan dilaksanakan secara serius.

"Terserah dia, dia mau (jadi) apa terserah yang penting dia serius dan berusaha menjadi yang terbaik disitu," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini