Share

Ridho Rhoma Merasa Diuntungkan oleh Saksi JPU, Kok Bisa?

Sumarni, Okezone · Selasa 01 Agustus 2017 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 01 33 1747865 ridho-rhoma-merasa-diuntungkan-oleh-saksi-jpu-kok-bisa-P49gp4It1V.jpg Ridho Rhoma (Foto: Marni/Okezone)

JAKARTA - Tiga orang saksi disiapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dimintai keterangan dalam sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan penyanyi Ridho Rhoma pada Selasa (1/7/2017). Mereka adalah para petugas bagian Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang ikut dalam proses penangkapan Ridho beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: Kronologi Penangkapan Ridho Rhoma)

 

(Baca Juga: Didakwa Bersalah Atas Kepemilikan Narkoba, Ridho Rhoma Ajukan Eksepsi)

Para saksi memaparkan kronologi secara rinci penangkapan sang anak Raja Dangdut. Menurut kuasa hukum Ridho, Achmad Cholidin, keterangan para saksi dari pihak JPU justru menguntungkan kliennya. Pasalnya, mereka memastikan Ridho bersikap kooperatif saat penangkapan. Mereka juga menekankan Ridho bukan bagian dari pengedar narkoba.

"Saksi yang kita dengarkan bagi kita cukup menguntungkan. Bahwasanya Mas Ridho tidak melakukan pengedaran. Itu tidak pernah. Mas Ridho menggunakan hanya untuk kepentingan pribadi," kata Ahmad saat dijumpai usai persidangan.

(Baca Juga: Nasib Ridho Rhoma Agar Tetap Direhabilitasi Ditentukan Minggu Depan)

"Tadi yang dihadirkan adalah saksi dari Polri yang terlibat atas penangkapan Ridho Rhoma. Dari tadi yang kita dengarkan perkembangan dari Mas Ridho yang memiliki sabu-sabu itu adalah digunakan untuk sendiri. Jadi bukan dikatakan menyimpan, memberikan ke orang lain itu tidak ada," imbuhnya.

(Baca Juga: Eksepsi Ditolak Majelis Hakim, Ridho Rhoma Tertunduk Lesu)

Ketiga saksi juga menekankan selama proses penangkapan terjadi, Ridho tidak memberikan perlawanan. Sehingga pihak kuasa hukum Ridho yang lain, Ismail optimis kasus yang menimpa kliennya dapat berjalan lancar.

"Saksi penangkap tadi memberikan keterangan ketika Ridho ditangkap itu tidak ada barang bukti. Ridho ini sangat kooperatif. Tidak ngeyel sehingga proses ini berjalan dengan lancar," tuturnya.

Sementara itu, sidang akan kembali dilanjutkan dengan keterangan sejumlah saksi lain termasuk para tersangka yang ikut ditangkap tangan bersama Ridho hingga pihak keamanan yang berada di lokasi kejadian. Berdasarkan rencana, pada 8 Agustus 2017 sisa saksi akan dihadirkan JPU untuk dimintai keterangan.

Ridho sendiri tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat bersama terdakwa lain dengan menunggangi bus kejaksaan dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Dengan mengenakan peci dan baju putih, Ridho sempat menyapa awak media dengan mengungkap kondisi terkini.

"Alhamdulillah baik," ungkapnya sebelum masuk ke ruang tahanan.

Sekadar diketahui, Ridho tertangkap pada 25 Mei 2017 di lobi Hotel Ibis di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Dari dalam mobil Ridho ditemukan barang bukti sabu seberat 0,76 gram.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini