Image

Alhamdulillah, Perjuangan Nyai Ahmad Dahlan Akhirnya Difilmkan

krjogja.com, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 206 1647123 alhamdulillah-perjuangan-nyai-ahmad-dahlan-akhirnya-difilmkan-4Y8RNFm2zo.JPG

YOGYAKARTA - Perjuangan pahlawan nasional Walidah Dahlan yang merupakan tokoh emansipasi dari Kauman, Yogyakarta, akan difilmkan. Film berjudul ‘Nyai Ahmad Dahlan the Movie’ tersebut digarap sutradara pembuat film festival Diah Paramita serta produser Diah Kalsitorini.

Jumat 17 Maret kemarin telah dilakukan tasyakuran sekaligus doa bersama untuk mengawali syuting di Yogyakarta. Doa dan tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Diah Kalsitorini yang kemudian diserahkan kepada Amanda Atsir. Potongan tumpeng pertama langsung diserahkan pada Tika Bravani, pemeran Nyai Walidah. Potongan kedua oleh Atsir yang mewakili Ira’s Film diserahkan kepada David Chalik pemeran Kiai Haji Ahmad Dahlan.

“Kami membawa beberapa artis dari Jakarta, meski 75% pemain adalah keluarga Muhammadiyah bahkan ada juga yang masih cicit. Syuting akan dilaksanakan di Minggir Kulonprogo, Tepus Gunungkidul dan Kauman Yogyakarta,” terang produser Diah Kalsitorini dan wakil keluarga KHA Dahlan, Widyastuti dalam kegiatan sebuah hotel di Jl Sisingamangaraja.

Menurut Wiwid, Tika Bivrani adalah pemeran Fatimah dalam film Soekarno. Diah menyebutkan, film ini dipersiapkan cukup lama, sekitar setahun. Mempelajari ketokohan perempuan ulama yang mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 1971, bukan hal mudah. Apalagi tidak banyak catatan. Sehingga menurut Widyastuti, mengungkit kembali kenangan keluarga terhadap Nyai Walidah bukan hal gampang.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional di zaman Presiden Soeharto, bukan semata-mata karena Walidah adalah istri KHA Dahlan, Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1912. Namun Walidah yang dilahirkan 1872 adalah juga pendiri gerakan perempuan ‘Sopo Tresno’ yang kemudian bernama Aisyiyah.

Nyai Ahmad Dahlan ini termasuk tokoh emansipasi, penolak kawin paksa dan merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926. Walidah meninggal 31 Mei 1946 dan dimakamkan di belakang Masjid Gedhe Kauman.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini