Eko mengatakan empat tahun terakhir setelah produksi sempat dibuat deg-degan dengan Sunya. Namun ketika melihat film secara utuh pada penayangan perdana Oktober 2016 di Jakarta, ia terkejut dan merasa puas. Menurut dia, secara keseluruhan garapan abstrak non-naratif tersebut menurutnya memberikan ruang yang luas terhadap kejawen dan budaya Jawa.
Lebih lanjut, Eko menegaskan keberhasilannya sebagai Best Supporting Actor versi Tempo tak lepas dari totalitas sang sutradara juga seluruh kru dan pemain film.
Ini bukan kali pertama Eko terlibat dalam dunia seni peran. Sebelumnya, peraih Cultural Award di Jerman ini juga pernah menjadi pemain pendukung dalam opera Jawa di Kisah Tiga Titik dan Negeri Tanpa Telinga. Hingga saat ini sejumlah sutradara meminangnya untuk mendukung film bergenre serupa namun tawaran tersebut masih ia pertimbangkan.
Suami dari Astri Kusumawardhani ini sibuk dengan beberapa jadwal tur karyanya berjudul Cry Jailolo, Balabala, dan karya tunggal SALT hingga 2018.
Sementara itu, sang sutradara Hari Suhariyadi tersanjung atas apresiasi yang mereka terima. Terhitung baru tiga bulan sejak pemutaran di bioskop, film ini sudah menerima beberapa penghargaan.