Kasus Hak Cipta Band Radja dan Rumah Karaoke Semakin Panas

Nurul Arifin, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2016 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 02 205 1453445 kasus-hak-cipta-band-radja-dan-rumah-karaoke-semakin-panas-rnTeZEAoiN.jpg Radja (Foto: Okezone)

SURABAYA - Kasus sengketa hak cipta lagu antara Band Radja dengan dua rumah Karaoke NAV dan Happy Puppy memasuki babak baru. Kali ini Lembaga Karya Cipta Indonesia (KCI) bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno.

Dalam kesaksian di hadapan majelis hakim, Ketua Umum KCI, Darma Oratmangun memastikan jika pada saat grup band itu mempersoalkan kasus, belum ada lembaga yang menaungi persoalan yang kini dipermasalahkan.

Dia menjelaskan, pihaknya hanya menangani masalah performing right (diumumkan) bukan mechanical right (penggandaan), sebagaimana yang dipersoalkan.

Dalam proses performing right, rumah karaoke Happy Puppy diakuinya sudah tidak ada masalah. Sebab, rumah karaoke tersebut sudah membayar penuh kewajibannya pada KCI.

Sementara itu, terkait dengan mechanical right yang dipermasalahkan Radja, diakuinya bukan kewenangannya. "Tahun 2013 belum ada lembaga yang mengkolektif soal itu (mechanical right). Baru ada setelah undang-undang hak cipta tahun 2014, itu terbentuk," kata Darma.

Terkait dengan lagu-lagu yang diklaim Radja, Darma menyatakan hal itu terjadi karena grup band Radja belum mendaftarkannya ke KCI. Padahal, dalam perjanjian antara KCI dengan band radja, ada kewajiban setiap pencipta lagu untuk segera mendaftarkan lagu-lagu mereka.

"Setiap pencipta lagu wajib mendaftarkan lagunya yang sudah ada, maupun yang akan datang. Itu sudah diperjanjikan,” pungkasnya

Sementara itu, kuasa hukum bos rumah karaoke Happy Puppy Sahat Sidabuke menyatakan, dalam kasus ini pihaknya tidak mempermasalahkan terkait dengan perfoming right maupun mechanical right.

Bagi pihaknya, urusan soal royalty sepenuhnya sudah dibayarkan secara rutin. Hal ini menunjukkan adanya itikad baik sejak awal, yang ditunjukkan oleh rumah karaoke tersebut.

"Jadi kami melihat ini sebagai upaya mengkriminalkan pengguna, oleh oknum anggota KCI. Bayangkan, dari 3.800 musisi, cuma dua yang ribut. Selain Radja, dulu ada kasus Deddy Dores yang oleh pengadilan tuntutannya akhirnya ditolak," pungkasnya.

Seperti diketahui, grup band Radja melaporkan lima rumah karaoke ke Mabes Polri yakni NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA. Kelima rumah karaoke tersebut dilaporkan karena dianggap melakukan pelanggaran hak cipta. Tak terima dengan hal tersebut, vokalis band radja, Ian Kasela dilaporkan ke Polda Jatim, dengan tuduhan telah melakukan pemerasan. (Ade)

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini