JAKARTA- Aktris Chelsea Islan bangga mendapat kesempatan beradu akting dengan aktor asal Jepang, Shu Watanabe, lewat serial When You Wish Upon A Sakura. FTV tersebut merupakan hasil kolaborasi sineas Jepang-Indonesia di bawah naungan rumah produksi Indonesia DNA dan Fuji Television.
Shu Watanabe merupakan aktor Jepang berpengalaman di dunia akting. Namanya dikenal lewat perannya sebagai Kamen Raider 000 atau populer dengan serial Ksatria Baja Hitam . Tak he ran jika Chelsea yang kelahiran Washington, Amerika Serikat, 2 Juni 1995 ini, terkesan bisa dipercaya bekerja sama. “Ini keterlibatan perdana saya dalam produksi internasional.
Baik aku maupun Shu (Watanabe) menjadi duta bagi kedua negara,” kata Chelsea seusai jumpa pers serial When You Wish Upon A Sakura di Aruba, Pasaraya, Blok M, Jakarta, belum lama ini. Bintang film Di Balik 98 ini mendapat banyak pelajaran dari penampilannya bersama Shu, termasuk juga penggarap FTV berdurasi 90 menit ini yang mulai disiarkan pada 25-26 April 2016 setiap pukul 21.00 WIB.
Serial ini hadir di saluran televisi jaringan Waku Waku Japan yang ditayangkan Indovision. Salah satu pengalaman yang didapat Chelsea dari tim asal Jepang adalah profesionalisme saat bekerja. Menurut dia, sineas Jepang, baik aktor, aktris, sutradara, maupun kru film terkenal disiplin dan sangat menghargai waktu. Chelsea mencontohkan, sebelum syuting, mereka lebih dulu melakukan latihan per adegan.
Saat istirahat, para aktornya pun fokus membaca naskah. “Berkolaborasi dengan Shu dan sineas Jepang memberi pengalaman dan aku banyak belajar menjadi pemain yang lebih profesional dan disiplin, serta dedikasi dalam seni peran. Karena di Jepang, kita harus on time dan enggak bisa telat semenit pun,” tutur peraih Actress of The Year di ajang Indonesian Choice Awards 2015 ini.
Selain belajar profesional sebagai aktris, selama proses syuting, Chelsea dan Shu membangun chemistry dengan cara menarik. Mereka saling bercerita tentang kebudayaan masing-masing. “Kami sering bertukar pikiran mengenai budaya. Saya sering bilang pakai batik dong, makan gudeg dong, dan Shu doyan makan gudeg,” ujarnya.
K ebetulan proses syuting When You Wish Upon A Sakura banyak mengambil adegan di Yogyakarta sehingga Chelsea lebih mudah mengajak Shu makan gudeg serta memperkenalkan tempattempat wisata asli Indonesia. Beberapa adegan juga diambil di Jepang. Shu pun tak sungkan memuji lawan mainnya itu.
Bahkan, Shu terpukau dengan totalitas dan profesional, serta keramahan Chelsea. “Saya salut dengan totalitasnya saat berperan di depan kamera, di mana kekuatannya di mata. Tatapannya membuat kita seakan tersihir dengan apa yang dikatakannya meski itu hanyalah dirasakannya sebagai aktor dalam serial televisi. Karena begitu kamera off , dia (Chelsea) kembali menjadi perempuan lugu dan cantik sesuai usia.
Itu yang bikin saya tertarik dengan Chelsea,” ucap Shu. Dalam serial ini, Shu Watanabe berperan sebagai Ryo Ikagawa, editor komik anak-anak di Jepang. Adapun Chelsea mendalami peran Elliana Saraswati, wanita asal Yogyakarta yang mempunyai keinginan pergi ke Jepang hingga bertemu pria asal Negeri Sakura, Ryo Igawa (Shu Watanbe) dan mereka terlibat asmara.
(fik)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri