Kisah Baru John Connor di Terminator Genisys

Alan Pamungkas, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2015 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 24 206 1170825 kisah-baru-john-connor-di-terminator-genisys-lOlrWEcgjE.jpg Terminator Genisys (Foto: ist)

JAKARTA – Terminator Genisys akhirnya tayang di Indonesia setelah menunggu enam tahun dari film sebelumnya, Terminator Salvation (2009).

Diketahui Terminator Genisys adalah cerita baru dari kisah Terminator, namun masih berbasis cerita yang dibuat James Cameron.

Meski jauh berbeda, Terminator Genisys tak menghilangkan pakem lama dengan tokoh utama John Connor, dan Sarah Connor bertarung melawan Skynet yang mengoprasikan Terminator. Dengan istilah baru, tentu berimbas pada plot cerita.

Naskah film Terminator Genisys yang ditulis oleh Laeta Kalogridis dan Patrick Lussier ini dimulai dengan cerita kekalahan Skynet pada tahun 2029. Umat manusia yang dipimpin oleh John Connor (Jason Clarke) menang melawan Skynet setelah berjuang selama bertahun-tahun.

Skynet terdesak dan merancang strategi baru untuk menguasai bumi dan memusnahkan umat manusia. Karena kepintarannya, cara-cara licik pun dilakukan salah satunya mengirim Terminator ke tahun 1984 untuk membunuh Sarah Connor (Emilia Clarke) ibu dari John. John mencium langkah Skynet dan mengutus anak buahnya untuk melindungi sang ibu.

Kyle Reese (Jai Courtney) yang selalu setia kepada John menerima misi ini. Dengan penuh rasa hormat dan cinta kepada pemimpinnya Kyle siap mempertaruhkan nyawa untuk melindungi umat manusia dengan menjaga Sarah Connor.

Cerita Genisys memang mengejutkan banyak pihak. Kejutan awal, ketika John Connor yang menjadi tulang punggung umat manusia harus beralih menjadi harapan terakhir Skynet, di mana Skynet mengubah sosok John menjadi cyborg (T 3000).

Kejutan itu memang menjadi perbincangan hangat ketika Terminator Genisys masih dalam ranah produksi. Begitu pula saat trailer film ini dikeluarkan. Dimana penggalan trailer juga menyebut jika John Connor adalah sosok baru yang lebih canggih nan hebat dibandingkan robot dan manusia.

Perjuangan Kyle dan Sarah semakin sulit karena juga harus berhadapan dengan John yang diubah oleh Skynet menjadi cyborg canggih sebagai harapan terakhir kehidupan mesin. Harapan Sarah “My whole life I prepared my son (John) to lead humanity in by against the machine” ternyata berbeda dengan kenyataan.

Genisys yang dijadikan judul dalam film ini sangat erat hubungannya dengan Skynet. Genisys menjadi target baru Sarah Connor dengan didampingi dua sahabatnya, Terminator T-800 1984 Old Model (Arnold Schwarzenegger) dan Kyle Reese.

Arnold Schwarzenegger masih menjadi sosok penting di mana ia tetap pada tugas awal melindungi Sarah untuk bisa menghancurkan Skynet. Aksi Arnold pun cukup menggelitik karena sebagai Terminator, Arnold justru banyak melakukan sikap-sikap manusiawi karena sering berinteraksi dengan manusia. Lebih luwes dibandingkan sosok Terminator sebelumnya.

Duet Emilia Clarke dan Jai Courtney sangat berbeda dengan duet Linda Hamilton dan Micheal Behn di The Terminator (1984). Saling debat, gengsi-gengsian dan saling menyimpan rahasia memenuhi hubungan Emilia Clarke (Sarah) dan Jai Courtney (Kyle). Apalagi saat Kyle mengetahui jika Sarah tak secupu yang diceritakan John.

Sarah begitu cantik, pintar bahkan pandai menggunakan berbagai senjata. Di awal pertemuan mereka, justru Kyle-lah yang diselamatkan oleh Sarah. Kepiawaian Emilia Clarke berakting bisa melepas sosok Sarah yang selalu identik dengan Linda Hamilton.

Jason Clarke juga sukses memberikan kesan baru ketika memerankan John Connor. Karakter Jason sesuai dengan John yang beringas dan kharismatik. Sisi antagonis John keluar berkat penjiwaan Jason. Bukan seperti John Connor ketika diperankan Christian Bale dalam Terminator Salvation (2009) yang masih terlihat heroik dan di puja-puja bak dewa.

Lee Byung-hun sebagai T-1000, seperti mubazir. Terminator yang terbuat dari logam cair ini tak segarang Robert Patrick sebagai T-1000 di Terminator 2: Judgment Day (1991). Aksi kejar-kejar yang singkat dan mudah ditaklukan dengan senyawa kimia membuat porsi Lee Byung-hun sangat minim.

Terminator Genisys garapan rumah produksi Skydance Productions dan Paramount Pictures memang banyak memberikan kejutan. Sang Produser David Ellison dan Dana Goldberg cukup berani menampilkan franchise yang berbeda.

Sebagai sutradara, Alan Taylor tak kalah dari sutradara film sebelumnya. Dia bisa menyajikan visualisasi dari keinginan sang produser dan menampilkan robot yang lebih nyata. Alan berhasil memanjakan mata penonton dengan adegan tarung yang lebih sengit serta visual efek yang rapih dan tak kacangan.

Terminator Genisys yang mengubah cerita John Connor menjadi peran antagonis bisa saja menjadi kelemahan. Namun, di satu sisi justru bisa menjadi cara untuk menggaet penonton baru. Tanpa mengikuti seri terdahulu, The Terminator (1984), Terminator 2: Judgment Day (1991), Terminator 3: Rise of the Machines (2003), dan Terminator Salvation (2009), penonton masih bisa menikmati tanpa takut kehilangan inti cerita.

Di Indonesia, Terminator Genisys hadir pada 24 Juni, lebih dulu dibandingkan Hollywood yang akan menayangkannya pada 1 Juli. Selain dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger, Jason Clarke, Emilia Clarke, Jai Courtney, film ini juga dibintangi oleh Lee Byung-hun (T-1000), Matt Smith (T-5000), J. K. Simmons (Detective O'Brien) dan lainnya. Terminator Genisys pun bisa menjadi alternatif hiburan Anda di akhir pekan.

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini