Share

Cerita di Balik Cover Album Noah

Maria Cicilia Galuh, Okezone · Senin 24 September 2012 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 386 694202 SuEDsoBdSF.jpg Noah (foto: Musica Studio's)

JAKARTA- Pemilihan sebuah cover album pasti ada makna dan tujuannya. Begitu pun dengan Noah, di album terbarunya ini mereka ingin menunjukkan sosok manusia lama namun memiliki energi dan kulit baru.

Album Seperti Seharusnya dirilis pada 16 September 2012 lalu berbarengan dengan konser Noah di lima negara dan dua benua. Pada bagian dalam album tersebut, terdapat sebuah konsep foto yang memperlihatkan mereka sedang bermain musik. Gambar ini diambil saat Ariel, David, Reza, Uki dan Lukman sedang melakukan jam session.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Foto-foto tersebut tidak sembarangan diambil, di sini para pemilik album Noah diajak untuk melihat sisi personel yang paling intim yaitu saat bermain musik. Dalam bermain musik, tentunya para personel Noah menunjukan sebuah emosi yang paling natural dan jujur. Hal tersebutlah yang ingin ditunjukan oleh tim artistik pembuat cover album Noah.

“Noah ada dalam tahap dimana mereka membuat suatu standar sendiri dalam dunia musik. Noah sudah pada tahap dimana mereka membuat trend dan bukan mengikuti trend. Pemikiran tersebut digambarkan didalam cover album Seperti Seharusnya, sebagai sebuah tempat baru yang digambar oleh garis tangan manusia. Hal ini sebagai sebuah simbol dari sejarah baru yang akan dibuat oleh Noah,” ungkap Didiet Maulana selaku Creatif Director album Seperti Seharusnya, dikutip Okezone melalui Noah-site, Senin (24/9/2012).

Selain itu, di bagian depan album terdapat wajah kelima personel Noah yang penuh dengan warna dan percikan cat air. Warna-warna ini diibaratkan sebagai kulit baru bagi Ariel, Lukman, Uki, Reza dan David yang kini sudah berganti nama menjadi Noah. Hal ini juga memiliki makna bahwa Noah memiliki sebuah kulit serta energi baru dalam bermusik. Sedangkan untuk pemakaian cat air pada wajar para personel adalah untuk menunjukkan sisi manusiawi dari masing-masing personel yang mampu keluar dari sebuah garis.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini