Hal itu membuat Dipa harus ditahan petugas. Pengakuan Mirza semakin memperburuk posisi Dipa dan membuatnya terancam menanggung akibat dari perbuatannya sendiri.
Di sisi lain, terungkap bahwa Gilanglah yang mengatur agar Mirza menyebut nama Dipa apabila tertangkap. Strategi tersebut sengaja dilakukan agar seluruh kesalahan diarahkan kepada Dipa dan nama Armand tetap terlindungi.
Armand murka setelah mengetahui bahwa Sena ternyata masih hidup dan para pelaku telah ditangkap polisi. Ia melampiaskan kemarahannya kepada Gilang dengan menghajarnya, bahkan menusuk punggung tangannya.
Hal itu dilakukan Armand sebagai peringatan agar tidak melakukan kesalahan lagi. Gilang berusaha meyakinkan Armand bahwa ia telah mengatur semuanya agar nama pria itu tidak terseret dalam kasus tersebut.
Armand takut rahasia kelam yang selama ini ia sembunyikan akan terbongkar. Sementara itu, Prama curiga Armand terlibat setelah menjenguknya di tahanan sambil membawa tumpeng.