Selain itu, Ahn Sang Ho juga disebut memiliki kedekatan dengan Jepang. Hal itu tercatat dalam surat kabar Maeil Shinbo tahun 1918. Sontak, berbagai temuan ini menjadi pembicaraan di media sosial.
Bukan tanpa alasan, di Korea Selatan, tokoh-tokoh yang dianggap dekat dan bekerja sama dengan pemerintahan kolonial Jepang menjadi isu sensitif.
Saat kontroversi ini muncul di tengah publik, pada 10 Agustus 2026, agensi naungannya itu langsung menyatakan jika tuduhan tersebut tidak berdasar.
Pernyataan agensi yang terburu-buru membawa isu ini semakin melebar. Namun, mereka tak tinggal diam. Agensi akhirnya memastikan lebih lanjut mengenai catatan sejarah.
Pada 11 Agustus 2026, BISTUS Entertainment langsung meminta maaf dan mengakui kekeliurannya usai kemunculan dokumen mengenai Ahn Sang Ho.
"Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menyebabkan kebingungan dengan tergesa-gesa menanggapi bahwa laporan tersebut ‘tidak berdasar’ tanpa verifikasi yang memadai," ujar perwakilan agensi yang dikutip dari Soompi (19/8/2026).
Pada 11 Agustus, media Korea Ilgan Sports, melaporkan hasil wawancara dengan ayah Ha Young, Ahn Byeong Mun. Dia buka suara karena merasa berat hati terkait sejarah kakeknya yang menimbulkan kontroversi di publik. Tak hanya itu, dia juga membeberkan alasan mengenai pandangan keluarganya yang berbeda.