Namun, untuk menjadi Rama, Roy harus melewati tantangan fisik maupun emosional. Dari sisi teknis kuliner, Roy mengaku mengikuti latihan intensif memasak selama sepuluh hari bersama profesional.
“Kami dapat workshop bareng selama 10 hari buat teknik slicing dan cutting makanan. Bagi aku, yang paling penting itu memerhatikan bagaimana chef ngobrol sama asistennya dan orang sekitar,” imbuhnya.
Selain keahlian memasak, Roy Sungkono juga harus membedah trauma mendalam yang disimpan oleh karakter Rama akibat kehilangan sosok ayah dan adiknya. Kehilangan dua orang kesayangan untuk selamanya membuat Rama hilang arah.
“Yang bikin aku tertarik dengan karakter Rama ini justru terletak pada perjalanan emosinya. Bagaimana dia berusaha berdamai dengan masa lalu sembari menghadapi tantangan di series ini,” tuturnya.