"Pas detik-detik terakhir, dia (Dedi Mercy) berubah nih. Dia bilang, 'Kayaknya kita bikin karakternya sedikit tunarungu deh Mas Dimas. Jadi, Mas Dimas haru belajar bahasa isyarat'. Akhirnya, ya mau enggak mau, belajar dengan cepat, instan," ucapnya.
Menariknya, di film ini Dimas secara tegas menolak melakukan adegan action yang berbahaya. Dia mengaku kini lebih selektif dalam memilih peran yang menuntut fisik berat karena merasa faktor usia yang sudah tidak lagi muda untuk melakukan adegan ekstrem.
"Gue ngerasa udah mulai tua sih. He-eh, gue dulu mungkin pas zaman-zaman 20 tahun yang lalu oke lah. Nah sekarang gue udah kayak ngerasa untuk badan gue agak kurang worth it gue harus dibanting-banting ya gitu, dipukul-pukul. Jadi ya kalau ada yang terlalu sulit, gue pasti akan menolak," tuturnya.
Selain Dimas Aditya, film Juminten Edan juga dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Meisya Amira, Sharon Jovian, Anne J Cotto, hingga Kukuh Prasetya. Film garapan Mercusuar Film dan Digital Frame Production ini dijadwalkan tayang pada 23 Juli mendatang.
(ant)