"Produk mungkin menjadi titik masuk pertama bagi banyak orang untuk mengenal Butter Baby — tetapi yang membuat mereka bertahan bukan hanya kualitas dan cita rasanya, melainkan dunia dan cerita di baliknya. Saya telah memasak di seluruh dunia dan Indonesia selama lebih dari 20 tahun, dari AMAN Group hingga NIHI Sumba, dan saya tahu satu hal: tidak ada tempat di dunia yang memiliki kekayaan rasa dan budaya seperti Indonesia. Brand ini bukan hanya tentang karakter; dan Butter Baby memang tidak pernah hanya tentang karakter, atau tentang produk kami. Ini tentang semesta yang sedang kami bangun untuk membawa cerita, semangat, dan kekayaan rasa Indonesia ke seluruh dunia. Ini menandai momen di mana kami mulai membawa misi kami keluar dan Bangkok adalah langkah pertama." ujar Shane.
Bagi Butter Baby, dunia Butterlandia tidak hanya hadir sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai medium untuk membangun koneksi emosional dengan komunitasnya.
"Kami membangun Butter Baby untuk komunitas yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang nyata, bukan sekadar membeli produk, tapi ikut dalam perjalanan yang terus berkembang. Yang membuat Butter Baby berbeda adalah ia tumbuh bersama kita. Setiap pengalaman baru yang ia jalani di Bumi, emosi yang ia rasakan, momen yang ia alami, dunia yang ia temukan untuk pertama kalinya, membentuk siapa dia. Seperti kita. Butter Baby adalah cermin yang sempurna bagi pengalaman manusia: belajar menavigasi dunia yang asing, mencari tempat di mana ia merasa diterima. Dan cermin itu diciptakan oleh talenta Indonesia, 99% tim kami adalah orang Indonesia, dari kreator, desainer, hingga operasional. Dari sini, kami tidak berhenti. Ini baru permulaan." kata Karen Tjahja, Head of Marketing & Business Development Butter Baby.
Cerita yang sama juga diterjemahkan ke dalam setiap produk yang dihadirkan Butter Baby. Bagi Chef Dedy Sutan, setiap dessert yang diciptakan bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang menghadirkan perasaan yang akrab dan menenangkan.
"Setiap dessert di Butter Baby selalu dimulai dengan satu pertanyaan: seperti apa rasanya makanan yang benar-benar hebat? Bukan hanya secara teknis, tetapi makanan yang membuat kita merasakan sesuatu. Yang mengingatkan kita pada rumah. Yang menghadirkan rasa nyaman. Butter Baby mungkin sedang jauh dari rumahnya, dan melalui setiap dessert yang kami ciptakan bersama, kami selalu berusaha menghadirkan perasaan itu: hangat, nyaman, dan membuat kita merasa baik-baik saja. Dan menurut saya, itulah juga yang Indonesia bawa ke dunia melalui Butter Baby. Bukan sekadar rasa, tapi rasa yang membuat orang merasa diterima,” ujar Chef Dedy, Corporate Executive Chef dari Butter Baby.