Namun pertengkaran itu bisa dihentikan oleh Arta yang mengingatkan mereka untuk bersikap profesional. Sementara itu, Shilla kembali masuk kerja sebagai asisten pribadi Nila.
Hal itu dilakukan Nila karena dia khawatir Shilla akan membongkar bukti kejahatannya. Rafki yang mengetahui kehadiran Shilla langsung marah dan mengancam akan memenjarakan perempuan itu jika kembali berulah.
Ayuna dan Dewi pergi ke Bank Sentral Dunia untuk mengurus safe deposit box atas nama almarhum Rudi. Ternyata deposit box itu berisi emas batangan, sertifikat tanah, surat berharga, dan sebuah jurnal pribadi Rudi.
Dewi menangis terharu karena teringat bahwa Rudi memang pernah menyiapkan tabungan itu untuk masa depan Ayuna sebelum ia lahir. Di tengah momen mengharukan itu, tiga perampok bersenjata memasuki bank.
Mereka menembak CCTV, melukai seorang security, dan menyandera semua orang. Rafki yang kebetulan baru tiba di bank menyusul Ayuna terpaksa bertindak.
Pasalnya, salah satu perampok menodongkan senjata ke arah Dewi yang panik. Rafki yang mengaku Dewi adalah ibunya untuk melindungi perempuan itu, justru tertembak di bahu kiri.