Arfan mengatakan selama pandemi ia dan teman-temannya kesulitan untuk memproduksi film.
Selain ada larangan berkegiatan, pembiayaan juga menjadi persoalan bagi mereka.
Pandemi membuat para kru yang terlibat dalam perfilman, seperti _lightingman,_ _audioman,_ _property,_ dan _makeup artist_ tidak ada pemasukan untuk menopang perekonomian.
"PEN Film ini sangat membantu sekali, apalagi di saat pandemi seperti sekarang ini. Untuk bergerak saja sulit, apalagi bekerja. Semoga PEN Film terus diperluas, karena sangat membantu industri film," ungkap Ronald Irsyad, salah satu pemuda yang terlibat dalam produksi film "Jangka Kala".
(dwk)