Tak hanya sampai disitu, animator film Nussa, Ryan Adriandhy Halim juga mengaku sempat mengundang Eko untuk menonton film tersebut. Bahkan dia mengaku menyiapkan studio premiere di kawasan Jakarta Selatan.
"Gratis, kursi enak, supaya melihat produk dulu sebelum menuduh, lihat ceritanya, kualitas animasinya. Mau diajak diskusi santai sama kreator, enggak mau, maunya lanjut ngebacot," katanya.
Dia juga kemudian mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan membaca sinopsis film tersebut. Melalui website Buncheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), film tersebut diketahui berfokus pada Nussa yang ingin mengesankan ayahnya yang akan pulang setelah setahun di luar negeri.
Anak berusia 9 tahun yang cerdas itu pun berpartisipasi dalam kompetisi sains sekolahnya. Namun ketika dia harus menerima kabar ayahnya membatalkan perjalanan pulang dan tidak dapat mengikuti kompetisi. Pada saat yang sama seorang siswa baru yang cerdas bernama Jonni dengan cepat menjadi saingannya dalam kompetisi sains sekolah, Nussa belajar arti sebenarnya dari rasa syukur.
Film Nussa juga akan mewakili Indonesia dan debut dalam ajang BIFAN yang digelar Juli mendatang. Sebelumnya Eko Kuntadhi menuliskan cuitan terkait Nussa di Twitter. Dia mengomentari pakaian yang dikenakan Nussa seperti kelompok Taliban.
(aln)