JAKARTA - Kesuksesan Atta Halilintar sebagai content creator di YouTube berbanding lurus dengan kontroversi yang menyeret namanya. Salah satunya terjadi saat Atta ikut menyampaikan belasungkawa pada korban aksi terorisme di Selandia Baru pada Maret 2019.
Lewat media sosial, Atta Halilintar menyatakan kegeramannya pada pelaku aksi teror di Masjid Christchurch, Selandia Baru.
Baca juga: Bungkam di Tengah Gosip Panas, Atta Halilintar: Kalau Direspons, Dia jadi Senang
"Nangis nonton videonya. Turut berduka cita untuk 49 orang yang dibunuh saat salat Jumat. Menembak ada aturan tata caranya. Semoga korban-korban di hari Jumat di dalam masjid syahid. Pray for New Zealand. God Bless Indonesia," ujar dia dalam keterangan foto.
Alih-alih mendapat pujian atas aksi simpatinya, Atta Halilintar justru menuai kritik. Terlebih dalam postingan tersebut, Atta juga memamerkan foto dirinya memegang sepucuk senjata api.