Jatuh Bangun Pramoedya Ananta Toer Lahirkan Karya Sastra

Rena Pangesti, Jurnalis
Sabtu 10 Agustus 2019 09:02 WIB
Pramoedya Ananta Toer (Foto: Ilustrasi Feri Usmawan/Okezone)
Share :

JAKARTA – Buku menjadi media Pramoedya Ananta Toer untuk menuangkan segala perasaan hingga imajinasinya. Sebagai pengarang, pria yang akrab disapa Pram ini bahkan menyebut jika buku-buku itu ibarat anak dalam hidupnya.

Baca Juga: Rayakan Kebebasan Pram, Gala Premiere Bumi Manusia Digelar di Surabaya

“Begitu karya saya turun dari mesin dan tercetak, mereka adalah anak rohani saya. Menempuh hidupnya sendiri dalam masyarakat sosial budaya,” kata Pram dalam video yang diunggah Falcon di YouTube pada 25 Juli 2019.

Karya pertama Pramoedya Ananta Toer adalah Sepoeloeh Kepala Nica yang terbit pada 1946. Karya keduanya yang lahir di tahun 1947 berjudul Kranji-Bekasi Jatuh, berhasil ditunjukkan kepada keluarga.

“Dari Jakarta ke Blora, Pram bawa buku itu. Sampai dibacakannya ke hadapan kami, keluarga Pram,” kata adik Pram, Soesilo Toer dalam channel YouTube TVRI pada Desember 2018.

Sejak dua karya itu lahir, Pram menyebutnya sebagai masa keemasan remaja. Sayang, Pram harus mendekam di balik jeruji besi setelah itu karena ia dianggap sebagai antek komunis. Pria kelahiran 6 Februari ini di penjara di Bukit Duri, Jakarta pada tahun 1948-1949.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya