LOS ANGELES - Jonathan ‘Sugarfoot’ Moffett, drummer band dalam setiap pertunjukan Michael Jackson (MJ) membeberkan kata-kata terakhir si King of Pop tersebut sebelum kematiannya. Seperti diketahui, MJ meninggal dunia akibat gagal jantung, pada 25 Juni 2009.
Berdasarkan penuturan Moffett, MJ seharusnya menjalani pertunjukan residensi di London, Inggris, sehari setelah kematiannya. Lewat Instagram, dia mengaku, masih menghabiskan waktu dengan MJ di kediaman pribadinya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 25 Juni 2009, sekitar pukul 01.30 pagi.
Baca juga: Mantan Pegawai Bongkar Urusan Ranjang Michael Jackson
“MJ bilang, kerja kerasku sangat luar biasa dan dia tak sabar menunggu esok hari untuk menyelesaikan pertunjukan tersebut. Dia kemudian memelukku dan bilang, ‘Sampai bertemu besok. Aku mencintaimu, Foot,’” kata Moffett dalam unggahannya pada 25 Juni 2019.
Kata-kata MJ tersebut, menurut Moffett, sempat dibalasnya. “Aku bilang, ‘Aku juga mencintaimu, Michael.’ Aku sama sekali tak menyangka bahwa beberapa jam kemudian, aku dan kita semua akan kehilangan dia. Dan, kami tak pernah lagi menjalani gladi resik.”
Pada akhir unggahannya, Moffett mengungkapkan tak mudah baginya kehilangan MJ yang telah dianggapnya seperti keluarga. “Hidup tak pernah sama sejak kematiannya. Aku selalu ingat bagaimana dia memanggilku, Foot.”
Baca juga: YouTuber Desmond Amofah Ditemukan Tewas Setelah Rilis Pesan Bunuh Diri
Mengutip Mirror, gagal jantung yang menyerang Michael Jackson disebabkan oleh overdosis Propofol, anestesi bedah yang kerap digunakan di ruang operasi. Berdasarkan hasil autopsi, pihak kepolisian menemukan berbagai fakta menarik tentang MJ.
Berdasarkan dokumen autopsi terungkap bahwa tubuh pelantun Thriller itu dipenuhi bekas luka. Tak hanya itu, ada bekas suntikan di lengannya yang disebabkan oleh konsumsi obat untuk menangani insomnia kronis yang diidapnya.
Ditemukan pula berbagai bekas operasi plastik yang dijalaninya selama bertahun-tahun. Dua bekas luka bedah pada bagian belakang telinga dan dua lainnya di kedua sisi hidungnya. Ada pula bekas luka di leher, lengan, dan pergelangan tangannya.
Setelah melewati penyelidikan, pihak kepolisian kemudian menetapkan Conrad Murray, dokter pribadi MJ sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kematian bapak tiga anak itu. Murray kemudian dihukum 4 tahun penjara dan kemudian bebas pada 2013.*
(SIS)