"Barusan ditelpon wartawan nanya masalah perfilman Indonesia apa. Nanya soal tata edar, UU, dll," tulis Joko Anwar dalam unggahannya di akun Twitter.
"Saya bilang, masalah perfilman Indonesia yang paling URGENT adalah kurangnya kru dan pemain film yang PUNYA SKILL. Produksi tiap tahun makin banyak. Krunya nggak ada," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa cukup banyak rumah produksi yang secara sukarela memproduksi film dengan orang-orang yang tak memiliki kemampuan dibidangnya.
Bahkan menurutnya, ketimbang membuat rumah produksi yang diisi oleh para pekerja kurang kompeten, lebih baik membuat pelatihan pembuatan film. Apalagi menurutnya tak banyak jurusan perfilman di Indonesia termasuk pengajar yang cukup berkompeten.
"Sekolah film kurang banyak, jurusan film di kampus-kampus kurang banyak. Pelatihan film kurang banyak. Pengajar yg kompeten juga kurang banyak. Kalo yg gak kompeten ngajar, sesat lah semua. Yg mau kerja di film gak mau belajar dulu. Dia kira kayak makan bubur ayam langsung bisa," paparnya.