"Film ini terinspirasi berawal dari kesukaan saya suka bertualang ke beberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Ternyata pendidikan di Indonesia belum merata. Bicara dana Bos, didalam film ini juga diungkapkan sekolah gratis. Tapi, ada yang masih gak bisa makan, dan itu berkaitan. Jadinya, film ini menceritakan derita pendidikan belum merata," ucap Dedy saat launching film di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (19/8/2018). Hadir dalam acara ini, seluruh pemain dan kru film tersebut.
Kemudian, film ini dinilai Dedi syarat dengan edukasi terhadap seluruh pelajar di Indonesia. Bagaimana dunia pendidikan di tanah air belum merata dirasakan anak bangsa untuk merasakan bangku sekolah. Hal itu, yang dirasakan pelajar diplosok negeri ini.
"Jadi film ini dibuat untuk memberikan inspirasi kepada para pelajar untuk bangkit dalam meraih cita-citanya,"ucap Dedy.
Ia mengaku dalam film ini tidak mengkritik pemerintah. Namun, hanya sebagai motivasi untuk memperbaiki lebih baik lagi pendidikan di Indonesia. Kemudian, film tersebut memotivasi anak bangsa untuk terus belajar untuk meraih cita-cita.
"Film ini, mengajari anak-anak kita untuk mensyukuri apa yang kita punya saat ini. Saat dilakukan roadshow ke beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia dan setelah menonton film ada anak yang meminta maaf kepada orang tuanya, karena mereka masih bisa bersekolah dan untuk itu mereka berjanji lebih giat lagi," kata Dedy.