"Hal kaya gitu di season pertama banyak yang belum aware sehingga kita kehilangan banyak sekali penyanyi yang bagus karena mereka ternyata saat nyanyi solo mereka bagus banget tapi ketika masuk di grup mereka terlalu menonjol atau kepengin terlalu menonjol sehingga jadi enggak since sama yang lainnya. Kita bukan cari penyanyi solo mudah mudahan aware itu enggak perlu kita ulang lagi ke peserta bahwa you need be good sebagai seorang penyanyi solo dan you need to be great sebagai bagian dari tim," tambah ibu satu orang anak ini.
The Next Boy/Girl Band memang ajang pencarian bakat yang bertujuan mendatangkan boy band dan girl band masa depan untuk Indonesia. Tak hanya soal kepiawaian berdansa maupun tampang, namun setiap peserta juga wajib memiliki suara yang indah serta bakat lain sebagai seorang bintang. Hal yang lebih utama adalah kerjasama tim.
Bagi Denada, adanya season 2 untuk The Next Boy/Girl Band menjadi salah satu langkah tepat. Sebab banyak para pemuda dan pemudi yang memiliki banyak bakat namun tidak terpublikasikan karena ruang yang terbatas. Terlebih kondisi musik saat ini membuat perlu adanya penyaluran bakat untuk memberikan gaya baru bagi pecinta musik Indonesia.
"So happy. Aku tahu banget walaupun konsepnya tetap sama dan tujuan dan tugas juga sama tapi its more new things," kata Denada.
"Kita akan menghadapi talent-talent baru dengan tahun yang baru. Di mana sutuasi musik di Indonesia sudah beda banget of course mudah mudahan kita akan melihat talent-talent baru dengan gaya yang baru," pungkasnya.
(aln)