JAKARTA – Annisa Bahar tak habis pikir dengan tingkah putrinya, Juwita Bahar yang dirasa sangat berbeda dengan saat ia memperlakukan ibunya sendiri. Ia pun cenderung ingin menyerah mengurusi Juwi (sapaan akrab Juwita), yang tak kunjung melunak meski sudah sering berseteru dengannya sejak tinggal bersama pada 2010.
“Perasaan kayaknya Mama ngomel dikit aja aku enggak berani nyahut, tapi kenapa kok aku mengalami nasib yang beda ya. mungkin ini cobaan,” ujar Annisa kepada Go Spot RCTI Kamis (1/2/2018). Saat diwawancara, sang ibunda tengah berbaring di sampingnya. Keduanya berada di rumah sakit lantaran sang ibu terkena stroke dan harus diopname.
Baca Juga: Annisa Bahar Penuhi Panggilan Polisi Terkait Laporan Peretasan Instagram
Hubungan Annisa dengan Juwi, diakui Annisa, jadi buruk saat Juwi tengah punya kekasih. Pasalnya, ia kerap pergi dari rumah demi tinggal bersama kekasih. Kekasih Juwi pun disebut semakin membebani, lantaran ogah mendengar saat diberi tahu bahwa Juwi pernah menderita radang otak dan tidak boleh diajak berpikir terlalu keras. Juwi sendiri disebut seperti tidak ingat jasa ibunya, yang sudah menyembuhkannya dari radang otak.
“Pasti lupa bagaimana aku berjuang cari dana yang tidak sedikit buat pengobatan radang otaknya dulu, dan selama 14 hari Juwi koma, doa terbaik aku panjatkan. Kasih kesempatan hidup buat anakku agar bisa aku bahagiakan dan berguna buat keluarganya Papa dan adik-adiknya ð¢ð¢ð¢ cuma ngingetin aja semoga kalau hal ini terjadi lagi, pacarnya mau korbankan harta jiwa raga buat Juwita ...aamiiin,” tulis Annisa di Instagram.
Baca Juga: Ibunda Terserang Stroke, Annisa Bahar Bersedih di Hari Ibu
Akhirnya, pedangdut dengan khas goyang patah-patah itu menyatakan kesal dengan tingkah Juwi. Ia juga menilai Juwi tidak disukai keluarga besarnya, sehingga sulit baginya untuk membantu Juwi jika dari diri sendiri belum ada keinginan. Untuk sementara waktu, Annisa pun memilih mengurusi orang lain yang memang sudah lama bersamanya, misalnya para keponakan.
“Lebih baik saya gedein ponakan-ponakan, banyak ponakan saya juga. Anak angkat saya juga banyak. Enggak usah anak yang lahir dari rahim saya, yang saya enggak lahirin dari rahim saya, saya sayang kok. Dan terbukti sampai sekarang ini masih sama saya,” imbuh Annisa.
Annisa pun berharap Juwi bisa belajar dari pertikaian-pertikaian yang pernah ia jalani. Tapi, ia hampir yakin bahwa Juwi akan menghadapi keadaan yang lebih sulit daripada saat dirinya ingin mengurusi Juwi untuk sementara ini. “Saya yakin akan karma. suatu saat dia akan merasakan seperti yang saya rasakan. Mungkin lebih pahit, gitu,” tutupnya.
Tak hanya berdoa dan memohon kepada Allah untuk bisa mengembalikan kesehatan orangtuanya. Wanita 43 tajun ini juga sempat membuat nazar demi kesembuhan ibundanya.
"Kalau mama sembuh, saya pengin ada satu, kepenginan mama yang belum saya wujudin, pengin jalan-jalan naik kereta ke Jogja," ungkap Annisa Bahar yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
"Penginnya naik kereta, enggak mau naik pesawat dan aku belum ada waktu untuk ngajak mama, mamanya keburu sakit, makanya mama sembuh dong mama, biar aku bisa wujudin mama. Aku merasa banyak salah sama mama, belum bisa nyenengin mama," sambungnya.
Ketika ditanya menganai nazar pergi dengan menggunakan kereta api, mantan istri Memo Sanjaya inipun mengenang kebersamaan keluarganya saat sang ibunda masih sehat.
Bahkan kenangan tersebut hingga kini masih selalu teringat dalam ingatan dirinya dan kakak-kakaknya.
"Dulu pernah aku ajak jalan-jalan naik kereta, pernah booking satu gerbong, mama pengin itu lagi tapi belum aku wujudin mama sudah keburu sakit," kenangnya.
- Baca Juga: Ibunda Terserang Stroke, Annisa Bahar Bersedih di Hari Ibu
"Kepikiran sampai sekarang, kakak-kakak aku juga kepikiran," tukasnya.
(edh)
(kem)