JAKARTA - Menteri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik, sangat mengapresiasikan film ? (baca: tanda tanya). Film garapan Hanung Bramatyo ini pernah diusulkan agar judulnya menjadi Bhinneka Tunggal Ika.
“Kemenbudpar dalam hal ini memang selalu memberikan dukungannya kepada karya anak bangsa yang mencerminkan karakter bangsa. Artinya, bangsa kita ini bangsa besar dan terdiri atas berbagai macam golongan. Ini yang harus dipelihara,” papar Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Kemenbudpar, Ukus Kuswara, saat dihubungi okezone via telepon, Jumat (8/4/2011).
Ditambahkannya, khusus untuk film-film yang memiliki pesan seperti film ?, Menbudpar memberikan apresiasi khusus pula dan mendukungnya. Diakui Ukus, Menbudpar selalu mendukung anak-anak muda yang berkarya.
“Apalagi film ? itu kan sebagai variasi dari genre film yang ada. Pak Jero memberi usul judul film itu Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Pada film ?, penulis skenario Titien Wattimena meracik cerita dari peristiwa-peristiwa aktual dalam satu dekade terakhir. Mereka mengumpulkan kepingan-kepingan peristiwa pemboman Gereja, perusakan harta milik orang lain, kerusuhan antaretnis, dan lain-lain.
Peristiwa aktual ini kemudian dipadupadankan dengan fiksi melalui masalah-masalah pribadi setiap karakter yang ada di dalam film. Dengan latar tempat di daerah Jawa, di mana keberagaman adalah hal biasa seperti dalam satu keluarga ada beberapa pemeluk agama.
Sebagai sineas, Hanung ingin menyampaikan bahwa perbedaan etnis dan agama adalah kenyataan di Indonesia yang patut disyukuri. Film ? dibintangi Hengky Soelaiman, Rio Dewanto, Reza Rahardian, Revalina S Temat, Endhita, dan Agus Kuncoro.
(nov)