JAKARTA - Buntut dari kasus video mesum mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, ketiganya dilarang manggung di sejumlah daerah di negeri ini. Hal tersebut sesuatu yang lumrah karena ketiganya melanggar norma moral dan etika.
"Pencekalan itu merupakan unsur sentimen dari masyarakat. Sebenarnya bukan di Indonesia saja seperti itu. Di dunia juga begitu. Enggak Timur, enggak Barat, semua sama," ungkap psikolog Tika Bisono dalam perbincangan dengan okezone, Senin (14/6/2010).
Menurut Tika, peredaran video hubungan intim itu berdampak luas. Selain kena kepada pelaku adegan, keluarga dan teman dekat pun ikut terkena imbasnya. Apalagi, ada sanksi moral dan sosial yang juga menyertai aktor dan aktris video mesum itu.
"Dampak moral ada. Ada juga yang pragmatis. Video seperti itu dampaknya besar. Mereka kan sedang di puncak popularitas. Beda jika orang di video itu merupakan orang biasa yang kurang dikenal," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ariel dicekal di Bandung. Wali Kota Bandung Dada Rosada menegaskan, mencekal Ariel manggung di Bandung. Peterpan masih diperbolehkan tampil asalkan vokalisnya bukan Ariel.
Pencekalan di Kota Kembang itu juga berlaku bagi Luna Maya dan Cut Tari. Mereka dilarang melakukan kegiatan keartisan di Kota Bandung.
Sebelum Bandung, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin telah lebih dulu menyerukan pencekalan terhadap ketiga artis tersebut. Sebagai pemimpin daerah, Ilham khawatir warganya akan meniru tindakan tidak terpuji ketiga artis itu.
(ang)